oleh

Kementan Kembangkan Kopi Luwak Probiotik

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Kementrian Pertanian memproduksi kopi luwak probiotik. Peneliti dari Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian (BPTP) Bali Suprio Guntoro mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah mendapatkan tawaran dari beberapa pihak untuk turut serta membudidayakan kopi luwak probiotik.

Berdasarkan analisa laboratorium bahwa dengan adanya proses fermentasi mikroba probiotik luwak, baik di dalam perut maupun di luar perut luwak, maka akan terjadi pembentukan asam organik yang amat bermanfaat bagi tubuh.

Di antara asam organik yang terbentuk adalah asam butirat dan asam laktat. Asam butirat mempunyai manfaat untuk menekan stres, mencegah kanker usus, dan menekan terjadinya peradangan pada saluran pencernaan. Sedangkan asam laktat bermanfaat membantu berbagai proses pencernaan.

Sejumlah produsen di Bandung dan Bogor juga telah memperlihatkan minat mereka untuk memproduksi kopi ini. Harapannya, dengan semakin banyak produsen yang mengembangkan kopi luwak probiotik maka target produksi 2.000 kg atau 2 ton pada 2016 bisa tercapai.

Produsen kopi manapun bisa melakukan kerjasama dengan Balitbang Kementan untuk memproduksi kopi ini. Namun mereka tidak boleh sembarangan, artinya tetap harus mengikuti prosedur dan persyaratan yang dimiliki Balitbang dalam pengembangannya.

Hal ini dilakukan karena Balitbang tidak ingin produk Kopi Luwak Probiotik memiliki rasa yang terlalu bervariasi, dan justru membuat produk ini turun kelas. (Net/CT)

BACA JUGA:   Geber Tingkatkan Pariwisata, Pemkot Cirebon Tata Belasan Titik

Komentar

News Feed