oleh

Belum Ada Pengelola, Taman Krucuk Jadi Tempat Mesum

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Menanggapi temuan Anggota Komisi C DPRD Kota Cirebon, Jafarudin soal keberadaan Taman Krucuk yang sering dijadikan lokasi berbuat mesum, Kabid Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cirebon, Abing Rijadi mengakui bahwa hingga kini Taman Krucuk masih belum ada pengelolanya.

Namun menurutnya, mulai tahun ini direncanakan DKP akan menunjuk pengelola Taman Krucuk, agar bisa memberikan pengawasan dan bertanggung jawab atas kondisi taman.

“Saat ini DKP sudah menunjuk petugas untuk mengawasi Taman Krucuk setiap harinya. Memang betul taman itu dirusak oleh berandalan saat malam hari. Kami akan terus berupaya memantau kondisi taman itu,” katanya.

Abing mengatakan, untuk anggaran pengelolaan Taman Krucuk sudah diajukan dan dibahas DPRD. Anggaran yang diajukan untuk pengelolaan Taman Krucuk diusulkan sebesar Rp 400-500 juta per tahun, karena anggarannya harus dibagi dengan taman yang lain.

“Siapa pun pihak yang ingin mengelola Taman Krucuk kami persilakan. Jika sampai hari ini masih dimanfaatkan sebagai tempat pacaran, atau temboknya masih dicorat-coret itu wajar, karena belum ada pengelolanya,” kata dia.

Menurut warga yang tinggal di sekitar Taman Krucuk, Siti Juleha (40) menuturkan, Taman Krucuk sering dimanfaatkan pasangan muda-mudi sampai tengah malam. Hal itu didukung oleh lampu penerangan yang tidak memadai, yang membuat warga sekitar tidak bisa maksimal mengontrol di lokasi saat malam hari.

“Tiap malam ada saja yang pacaran di situ. Rasanya nggak wajar malam-malam ngumpul di taman,” ujarnya.

Taman yang berlokasi di Jalan Selamet Riyadi itu, menurutnya, tidak dijaga satu pun petugas, sehingga sering dijadikan tempat pacaran malam-malam, karena minimnya pengawasan dan kurangnya lampu penerangan

“Kalau pas saya ngecek lokasi dan ada yang pacaran kadang saya samperin tapi mereka pasti langsung kabur, kalau yang sudah ketahuan saya suruh pulang,” katanya. (Wilda)

BACA JUGA:   Bunda Literasi Jabar Monitoring Lomba Perpustakaan Desa

Komentar

News Feed