oleh

Bangunan Vihara Diklaim Sebagian Besar Menghadap ke Sungai‎ atau Laut

Cirebontrust.com – Sesepuh pengelola Vihara Darma Loka, Titi Ernawati menceritakan sebagian besar bangunan vihara menghadap ke sungai atau laut, hal itu dianggap tempat yang strategis, dikarenakan pada zaman dahulu banyak para pendatang menggunakan perahu.

Bahkan, kata dia sungai di depan vihara Vihara Darma Loka (Po An Bio) Sindanglaut, yang terletak di Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, dahulunya lebar dan dijadikan jalur pelayaran.

Hal itu sepertinya didasari kondisi lautan Indonesia yang luas, menjadi magnet untuk jalur transportasi. Entah benar atau tidak, setiap tempat dianggap strategis maka dibangun vihara oleh masyarakat Tionghoa yang selalu berada di dekat sungai atau laut.

“Namun, akibat perkembangan zaman, sungai semakin mengecil dan kerap menimbulkan banjir,” katanya disela acara bakti sosial pada masyarakat sekitar, Jumat (10/11).

Titi mencontohkan, vihara yang ada di Kota Cirebon berdekatan dengan pelabuhan. Hal ini menggambarkan, banyak saudagar yang bersandar di pelabuhan tersebut dan lambat laun menetap. Kemudian, mendirikan vihara dan terus berkembang hingga ke pelosok desa.

“Zaman dahulu, alat transportasi yang paling mudah menggunakan perahu atau kapal. Maka, tidak sedikit vihara maupun yang lainnya, berhadapan langsung dengan sungai maupun dekat dengan laut. Tidak seperti sekarang, menggunakan pesawat dan kereta yang hanya hitungan jam bisa sampai ke tempat tujuan,” paparnya.

Senada dikatakan Ketua Pengurus Vihara Darma Loka, Aryanti, menghadap ke sungai maupun berdekatan dengan laut tentunya untuk mempermudah persinggahan.

“Setelah perjalanan panjang dari Negara Cina ke Indonesia, banyak pendatang yang beristirahat dan bermukim di dekat penyandaran perahu. Tak sedikit yang menetap. Sehingga, terbentuk perkumpulan hingga turun temurun,” katanya.

Kegiatan bakti sosial yang diadakan komunitas Tionghoa di wilayah itu adalah agenda rutin. Dalam kegiatan tersebut, mereka memberikan paket sembako pada masyarakat sekitar vihara.

BACA JUGA:   Warga Sambut Antusias Dilanjutkannya Pembangunan Stadion Watubelah

“Setelah dipercaya menjadi ketua pengurus 2016 lalu, saya bersama umat swadaya berbagi pada masyarakat sekitar. Sekaligus hari ulang tahun Dewa Empat Muka,” tandas Aryanti. (Riky Sonia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed