oleh

Warga Majalengka Serahkan Elang Jawa dan Burung Merak ke BKSDA

Citrust.id – Mengawali hari pertama di Bulan Desember 2018 untuk kesekian kalinya Balai Besar KSDA Jawa Barat dalam hal ini Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya, Resor KSDA Cirebon telah melakukan evakuasi penyelamayan satwa dilindungi dari masyarakat.

Berawal dari adanya informasi warga melalui call center BBKSDA JABAR yang ingin menyerahkan satwa dilindungi jenis Elang Ular Bido (Spilornis cheela) dan Merak Jawa (Pavo muticus) yang berada di dua tempat yang berbeda di wilayah Kabupaten Majalengka.

“Tim langsung menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut dan segera melaksanakan evakuasi ke alamat dimana satwa – satwa tersebut berada,”ungkap Slamet Priambada Kepala Resort KSDA Cirebon, Sabtu (01/12/2018).

“Penyerahan secara sukarela dari masyarakat ini tidak terlepas dari informasi yang tersebar melalui media masa tentang pemberitaan yang ada kaitannya dengan satwa dilindungi serta merupakan hasil dari tugas pokok dan fungsi petugas kami di tingkat Resor salah satunya melaksanakan kegiatan penyuluhan dalam bentuk sosialsasi dan edukasi ke masyarakat sehingga menyadarkan bahwa tidak baik memiliki, memelihara satwa dilindungi” ungkap Slamet Priambada.

Elang dan merak yang diserahkan masyarakat ke pihak BBKSDA Jabar merupakan jenis satwa yang dilindungi Undang-undang dan barangsiapa yang memiliki, memelihara satwa dilindungi maka konsekuensinya akan berhadapan dengan hukum.

“Dengan adanya penyerahan ini semoga bisa memberikan contoh kepada masyarakat luas bahwa jangan pernah ada kata takut untuk menyerahkan satwa dilindungi ke BBKSDA Jabar, kami siap melakukan evakuasi mendatangi ke rumah pemilik atau pun pemilik bisa datang langsung ke kantor kami di Cirebon ” imbuh Slamet.

Dikatakan dia, Satwa- satwa tersebut nantinya akan di karantina untuk diketahui tingkat kesehatannya, setelah dinyatakan sehat maka akan dipindahkan ke kandang rehabilitasi/habituasi agar sifat liarnya kembali muncul dan setelah terlihat memiliki insting untuk kembali bisa hidup di alam maka dilakukan pelepasliaran kembali ke habitatnya agar mereka kembali hidup bebas di alam. /Abduh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed