oleh

USAID Indonesia Monitoring Program CEPAT Puskesmas Susukan

Citrust.id – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Susukan Kabupaten Cirebon mendapat kunjungan dari Office of Health USAID Indonesia dalam rangka kajian impak proyek Community Empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT), Rabu (7/11/2018).

Program CEPAT yang sudah berjalan sejak kurang lebih empat tahun terakhir di UPT Puskesmas Susukan ini didanai oleh USAID Indonesia dan dijalankan oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).

Kepala Puskesmas Susukan, dr. H. Andi Ridwan mengatakan, kegiatan CEPAT LKNU yang sedang dilakukan yaitu Edukasi Cari Suspek (TB) Blusukan atau yang disingkat dengan E-Caruban.

Program tersebut bertujuan untuk mencari suspek penderita secara aktif dari pintu ke pintu di masyarakat yang kemudian dilaporkan ke puskesmas apabila ditemukan suspek Tuberculosis.

“Program CEPAT merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang sangat bermanfaat dalam deteksi dini dan pengobatan Tuberculosis sampai sembuh,” terang dr. Andi.

Dalam melaksanakan program CEPAT ini, ada dua aspek yang menjadi fokus pihak LKNU, yakni mobilisasi masyarakat dan advokasi. Dikatakan ketua program LKNU, Ajat Sudradjat, para kader binaan dibekali pengetahuan yang cukup untuk dapat melakukan penjaringan deteksi dini Tuberkulosis dan pengobatannya.

“Ini merupakan program nasional yang dilaksanakan LKNU pusat, namun di daerah hanya beberapa LKNU saja yang bisa berjalan karena melihat terlebih dulu kondisi daerah yang terkena TBC,” tandas Ajat.

Menurut dr. Jiddi Adibia, yang sedang dikembangkan dalam proyek ini adalah Kegiatan kesehatan berbasis komunitas sebagai upaya penjaringan masyarakat yang terindikasi Tuberculosis melalui kader-kader pilihan dari pihak Puskesmas.

“Jadi antara puskesmas bekerjasama dengan para kader-kader yang dipilih khusus yang bekerja untuk menjaring masyarakat yang terkena penyakit Tuberculosis,” imbuh dr. Jiddi

Kegiatan ini berjalan dengan kerjasama antara pihak Puskesmas Susukan dan kader masyarakat yang dikordinatori oleh Titis Nur’anisa, S.Kep, Ners sebagai programer TB&HIV Puskesmas Susukan.

Hadir dalam kegiatan ini Jenne Roberts selaku independent evaluator yang bekerja untuk mengevaluasi program CEPAT. Ia menilai program yang dilakukan di Puskesmas Susukan tergolong berhasil, dilihat dari sangat baiknya hubungan yang terjalin antara LKNU, pihak Puskesmas dan para kader masyarakat.

Menurutnya, bukan hal yang mudah melakukan penjaringan masyarakat tersangka TB atau yang sudah menderita TB dan kemudian dirangkul untuk datang ke puskesmas melakukan test bahkan melakukan pengobatan secara rutin dan tuntas. Tetapi Puskesmas Susukan, LKNU, dan kader mampu melakukan kegiatan tersebut dengn sangat baik.

Bukan hanya menemukan kasus baru tetapi membantu penderita TB untuk menyelesaikan pengobatannya dan meningkatkan kualitas kesehatannya./dhika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed