oleh

Uji Calon Anggota Baru, FLP Cirebon Adakan Pola ‘Pengadilan’

Citrust.id – Pengadilan kepenulisan menjadi ajang pembuktian apakah sebuah karya layak untuk diterbitkan, apakah penulis terkait mampu bertanggung jawab atas karya yang diciptakannya.

Hal itu yang diungkapkan oleh Kaderisasi Divisi Karya Forum Lingkar Pena (FLP) Cirebon, Citra Amilia Abdul Gani kepada citrust.id seusai kegiatan Pengukuhan Calon Anggota FLP Cirebon di Pondok Pesantren Modern Al-Muqoddas, Desa Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu (14/10/2018).

“Si penulis ini akan menjadi terdakwa. Ada pula yang bertugas menjadi hakim, jaksa, ada juga saksi. Kita akan dakwa mereka (penulis) atas apa yang mereka ciptakan,” terangnya.

Sidang kepenulisan tersebut menjadi tahap akhir yang mesti para calon anggota tempuh sebelum menjadi anggota FLP. Sebelumnya para calon sudah melewati masa pembinaan selama 6 bulan.

Berdasarkan pantauan citrust.id, tampak para peserta bergilir mempertanggung jawabkan karyanya masing-masing. Adapun karya yang disidangkan yakni cerpen dan artikel.

Menurut Citra, karya-karya hasil ciptaan para calon anggota sudah bisa dibilang layak dan mampu untuk dipertanggung jawabkan.

“Mereka sudah dapat diartikan bisa menulis. Hanya perlu dipoles sedikit saja,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang calon anggota yang mengaku bernama pena Hatake Dhika mengatakan, baru pertama kali merasakan sidang atas karya ciptaan sendiri.

“Sidang ini menarik. Kita (calon anggota) seperti sedang diuji. Mulai dari karya kita dibedah, dikritik, bahkan diapresiasi,” katanya./dhika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed