oleh

TOKOH

Catatan DADANG KUSNANDAR

PERAN tokoh pasti dianggap strategis karena soal taktis dikemudikan oleh peringkat di bawah tokoh. Peran strategis itu pasti berawal dari ketokohannya. Ia mampu menggerakkan sejumlah orang bagi kepentingannya.

Lima huruf ini belakangan ramai dipergunjingkan lantaran mampu membuat publik tercengang. Gerakan seorang tokoh kadang lebih dari mencengangkan. Bisa saja menimbulkan cibiran dan sikap pro kontra.

Untuk berperan sebagai tokoh tentu tidak mudah, ia harus memiliki kemampuan di atas rata-rata baik dari segi keilmuan/ kelihaian maupun nyali. Aman Abdurahman misalnya menjadi tokoh Jamiat Ansharut Daulah (JAD) pasti melalui proses panjang. Kemampuan membasuh pikiran pengikutnya sehingga rela mengorbankan harta dan jiwa tidak dimiliki setiap orang. Artinya ia memiliki kemampuan meyakinkan pengikutnya untuk patuh pada seluruh perkataan serta tulisannya.

Kemampuan istimewa yang diberikan Tuhan itu bisa berbuah jadi manis apabila dikelola dengan benar. Sebaliknya berbuah pahit ketika kemampuan istimewa itu ditempatkan untuk menimbulkan kekacauan.

Kejadian beruntun bertautan peran seorang tokoh JAD beberapa hari menjelang bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah telah terpublikasi secara luas dan cepat. Pro kontra pun merebak meski porsi kelompok kontra atas peristiwa-peristiwa itu lebih banyak.

Sebagai umat beragama dan bangsa yang dikenal cinta damai, mestinya kita bersyukur apabila menerima kado istimewa dari Tuhan berupa ketokohan. Dengan kata lain Tuhan mengangkat tokoh itu agar mendayagunakan ketokohan bagi kebaikan sesama manusia.

Cara bersyukur seorang tokoh tidak lain adalah melembutkan hati dan mendinginkan kepala agar seluruh interaksi sosial menebarkan manfaat, mencintai/ menghargai perbedaan dan tidak memaksakan kehendak, tidak merasa benar sendiri. Bercermin kepada metoda dakwah Wali Songo pada penyebaran agama Islam di Indonesia kiranya dapat mengambil teladan ketokohan.

Sekali lagi berbahagialah apabila seseorang menjadi tokoh. Dan lebih berbahagia lagi saat ketokohan itu dibaktikan bagi kemaslahatan umat serta bangsa. Bulan mulia dan penuh ampunan Tuhan ini semoga menghasilkan tokoh-tokoh yang cinta Indonesia dengan keberbagaiannya. []

Info Seminar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed