oleh

Tiga Hal Ini Jadi Pembicaraan Pokok Pemda dan DPRD Kota Cirebon

Citrust.id – Bus Rapid Transit (BRT), pariwisata, dan galian C Argasunya jadi tiga pokok pembicaraan acara coffee morning Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Kota Cirebon, Rabu (6/2/2019), di Balaikota Cirebon.

Pada kesematan itu, Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno, meminta Pemda Kota Cirebon lebih tegas dalam menangani permasalahan galian C Argasunya.

“Kondisi lahan di daerah itu makin kritis. Padahal lahan di Argasunya sudah ditetapkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH),” ucapnya.

Lahan seluas 48 hektar di Argasunya milik masyarakat dieksploitasi menggunakan peralatan berat. Edi mengusulkan agar lahan yang dimiliki warga secara pribadi dibeli Pemda Kota Cirebon secara bertahap. Setelah itu difungsikan sesuai dengan RPJMD Kota Cirebon.

Edi juga menyinggung pariwisata serta keberadaan BRT, bantuan dari Pemprov Jabar.

“Untuk pariwisata setidaknya harus ada kalender wisata. Sedangkan untuk BRT kami berkeinginan 1 hingga 2 bulan realisasinya segera berjalan,” ujarnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati, mengungkapkan, pihaknya segera menindaklanjuti keinginan anggota dewan Kota Cirebon.

Dikatakan Eti, Pemda Kota Cirebon akan melakukan alih profesi untuk warga yang masih bergantung sebagai penambang tradisional di Argasunya.

“Kami tidak pernah mengeluarkan izin untuk penambangan di Argasunya. Itu daerah konservasi yang harus dijaga,” kata Eti.

Eti mengakui, untuk mencapai target dua juta wisatawan tidaklah mudah. Namun, Pemda Kota Cirebon akan terus berupaya dengan melakukan berbagai kegiatan yang mengundang daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Cirebon.

“Sedangkan untuk BRT saat ini baru ada lima unit. Dishub Kota Cirebon segera menetapkan pemakaian bus tersebut ” terangnya. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed