oleh

Tiga Hal ini Jadi Landasan Arah dan Kebijakan BPJS Kesehatan

Cirebontrust.com – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengungkapkan, di tahun 2017 ada tiga fokus utama yang menjadi landasan dalam menyusun arah dan kebijakan BPJS Kesehatan. Pertama adalah keberlangsungan finansial, kedua kepuasan peserta dan fokus ketiga menuju cakupan semesta.

Dijelaskan Fachmi, fokus pertama Keberlangsungan Finansial untuk menjamin keberlangsungan program JKN menuju cakupan semesta. Caranya, dengan peningkatan rekrutmen peserta potensial dan meminimalkan adverse selection, peningkatan kolektibilitas iuran peserta dan seluruh segmen, peningkatan kepastian dan kemudahan pembayaran iuran, penerpan law enforcement bagi fasilitas kesehatan, peserta JKN-KIS dan Badan Usaha yang melanggar, serta efisiensi dan efektivitas pengelolaan dana operasional. Selain itu, dilakukan juga optimalisasi kendali mutu dan biaya Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan.

Fokus Kedua Kepuasan peserta dilakukan dengan perbaikan sistem pelayanan online bagi seluruh peserta, implementasi Coordination of Benefit (COB) untuk Peserta Pekerja Penerima Upah, dan perluasan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (tingkat pertama dan lanjutan) khususnya optimalisasi peran FKTP sebagai link pelayanan tingkat pertama, serta kemudahan penanganan keluhan pelanggan dan akses informasi peserta.

Sedangkan fokus ketiga Menuju Cakupan Semesta dilakukan dengan cara percepatan rekrutmen peserta, mobilisasi peran strategis kelembagaan baik pemerintah maupun non pemerintah untuk menggerakan partisipasi dan peran serta masyarakat agar sadar memiliki jaminan kesehatan. Selain itu, meningkatkan peran aktif Kader JKN-KIS melalui organisasi kemasyarakatan maupun keagamaan yang memiliki struktur nasional daerah berbasis masyarakat dengan pola kerjasama dan pertanggungjawaban yang jelas.

Fachmi menambahkan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan yang terus menerus walau hasilnya saat ini sudah di atas total target tahunan yang sudah ditetapkan dalam Annual Management Contract (AMC) dan sebagai modal untuk memperkuat kinerja BPJS Kesehatan menuju Cakupan Semesta tahun 2019. Dukungan masyarakat serta stakeholder terkait sangat dibutuhkan untuk tercapainya jaminan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan untuk seluruh rakyat Indonesia kelak.

“Keberhasilan program JKN-KIS tidak bisa lepas dari dukungan fasilitas kesehatan mitra kerja BPJS Kesehatan, termasuk di dalamnya para tenaga kesehatan baik dokter, perawat maupun para petugas atau pegawai kesehatan baik di FKTP maupun FKRTL,” pungkasnya. (Haris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed