oleh

“The Great of Cirebon” Jadi Program Unggulan PASTI

Citrust.id – Pada debat publik ke-2 Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cirebon periode 2018-2023 di Luxton Hotel Cirebon, Rabu (9/5) masing-masing paslon saling memaparkan visi misi maupun program kerja.

Calon Walikota, Bamunas S Boediman (Oki), mengungkapkan, Pasangan Calon Nomor Urut 1, Bamunas S Boediman-Effendi Edo atau Oki-Edo (OKE) mempunyai visi menjadikan Kota Cirebon sebagai kota perdagangan dan jasa yang maju serta berdaya saing tinggi di tahun 2023. Untuk mencapai semua itu, OKE mempunyai misi.

Misi pertama, kata Bamunas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia berdasarkan nilai-nilai religi dan budaya luhur. Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Misi ketiga yakni memelihara kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan sarana kota secara terpadu, efesien, efektif dan berkelanjutan. Empat, mengembangkan sektor pariwisata yang bertumpu pada nilai-nilai budaya Cirebon.

Kelima, menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendorong pengembangan UMKM dan sektor informal untuk mendukung peningkatan dan stabilitas perekonomian kota.

“Sedangkan misi keenam adalah memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat,” paparnya.

Calon Walikota Cirebon, Nashrudin Azis, mengatakan, Paslon Nomor Urut 2 Nashrudin Azis-Eti Herawati (PASTI) mempunyai visi SEHATI kita wujudkan Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah.

Dikatakan Azis, dirinya bersama Eti juga telah membuat program kerja jika terpilih memimpin Kota Cirebon. Program kerja itu antara lain Pemerintah Kota Cirebon akan memelihara dan meningkatkan kualitas taman kota, sepadan jalan, sungai dan pantai.

PASTI akan mewujudkan “The Great of Cirebon” sebagai program unggulan. Diantaranya adalah dengan memperbaiki dan memperindah tembok-tembok di sekitar jalan protokol, mempercantik taman dan tugu kota serta menata kawasan kumuh guna menunjang program wisata berbasis kearifan lokal.

Azis menambahkan, program lain adalah menyediakan sarana dan prasarana kota yang ramah terhadap pejalan kaki, difabel, wanita, anak sekolah dan lain-lain. Meningkatkan ketersediaan prasarana pengendalian banjir, seperti membuat waduk dan embung.

“Kami juga akan membuat perda untuk melindungi eksploitasi air tanah berlebihan guna mencegah penurunan muka tanah,” terangnya. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed