oleh

Seribu Obor untuk Surabaya

Citrust.id – Senin (14/05) malam cahaya seribu obor menerangi perkampungan Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Obor-obor tersebut dibawa keliling oleh ribuan warga dengan diiringi alunan-alunan salawat mengitari perkampungan. Kegiatan yang disebut pawai seribu obor itu adalah bentuk ritual menyambut bulan suci ramadan, yang memang dilakukan tiap tahun. Hingga menjadi tradisi.

Namun, pawai obor kali ini lebih dari sekedar ritual tradisi semata. Pasalnya, ada pesan yang disisipkan untuk disampaikan ke khalayak ramai. Sebuah pesan kemanusiaan, doa simpati untuk korban terorisme Surabaya.

“Kami mengutuk pengeboman gereja di Surabaya. Teroris biadab. Mari berdoa untuk Indonesia,” ujar Dedy Pao, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) disela kesibukan mengawal pawai tersebut.
Pawai seribu obor yang diprakarsai masyarakat ini, dipersembahkan untuk para korban teroris di Surabaya, dan nusantara pada umumnya.

“Seribu obor untuk Surabaya. Seribu obor untuk negeri. Seribu obor kutuk teroris,” tandas Wilian Salam, koordinator pelaksana pawai obor.

Pawai obor yang diikuti lintas usia dan gender. Anak-anak hingga lansia. Perempuan dan laki-laki ini diakhiri dengan melakukan doa bersama di salah satu mesjid desa setempat. /riky sonia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed