oleh

Senang Bantu Banyak Orang, Alasan Purwanto Ikut Kader JKN-KIS

Citrust.id – Purwanto (45), warga Desa Waled Asem, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, merupakan seorang Kader Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) wilayah Waled dan sekitarnya sejak 2017.

Saat ini, Purwanto merupakan Supervisor Kader JKN-KIS di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Cirebon. Selain aktif sebagai Kader JKN-KIS, Purwanto juga aktif dalam kegiatan-kegiatan di desa, seperti menjadi pengurus Program Pengembangan Kecamatan (PPK), ikut serta dalam kepengurusan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koordinator Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) serta berbagai kegiatan desa lainnya.

Kader JKN-KIS merupakan salah satu mitra BPJS Kesehatan dalam mengumpulkan iuran, melakukan sosialisasi dan edukasi, membantu proses pendaftaran, dan memberikan informasi. Kader JKN-KIS juga menerima keluhan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan kepada peserta binaan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada BPJS Kesehatan dan masyarakat.

Purwanto mengungkapkan, dengan menjadi Kader JKN-KIS, ia memiliki banyak sekali teman dan senang dapat membantu masyarakat lainnya. Walau begitu, ia kerap diragukan sebagai Kader JKN-KIS dan mendapat sambutan yang kurang menyenangkan. Meski demikian, semua itu tidak membuatnya patah semangat. Justru dirinya semakin semangat untuk membina peserta tersebut.

Diakui olehnya, membantu mengkolekting iuran JKN-KIS bukanlah hal yang mudah. Oleh karenanya, butuh cara khusus untuk melakukan pendekatan ke peserta.

“Ketika melakukan kunjungan kepada peserta binaan, jangan langsung menyampaikan tentang tunggakan iuran. Ajak mereka ngobrol dulu hal-hal yang sederhana yang dimiliki oleh peserta binaan. Kalau ada burung atau ikan, ya ajak ngobrol dulu soal itu, kemudian ngobrol soal keluarga. Setelah itu bercerita mengenai pengalaman menggunakan manfaat Program JKN-KIS dan pentingnya membayar iuran Program JKN-KIS tepat pada waktunya,” jelasnya, Rabu (27/2/2019).

Menurut Purwanto, Program JKN-KIS yang dikelola lebih dari lima tahun telah berjalan dengan baik. Banyak masyarakat terbantu dengan Program JKN-KIS. Oleh karenanya, Purwanto berharap Program JKN-KIS dapat dikelola secara berkesinambungan.

“Sebelum ada Program JKN-KIS, saya pernah habis-habisan untuk membiayai persalinan anak pertama saya di rumah sakit, sampai-sampai mas kawin saya dijual. Setelah ada Program JKN-KIS, saya tidak khawatir lagi dengan biaya kalau sakit. Terima kasih BPJS Kesehatan, terima kasih JKN,” tuturnya. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed