oleh

Selesai Uji Coba, Sistem Rujukan Online Masuki Fase Transisi dan Evaluasi

Citrust.id – Uji coba penerapan digitalisasi rujukan atau rujukan online dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah selesai dilakukan pada 31 Oktober 2018. Sistem rujukan online memasuki fase transisi dan evaluasi yang rencananya dilaksanakan selama sebulan.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, menyampaikan, dalam uji coba yang berlangsung lebih dari 2 bulan itu, banyak sekali masukan konstrukstif dari fasilitas kesehatan, pemerintah, peserta maupun pemangku kepentingan lain terhadap beberapa kondisi kasuistik yang jadi tantangan di lapangan.

“Masyarakat dan utamanya fasilitas kesehatan mulai terbiasa dengan sistem rujukan online. Fasilitas Kesetahan Tingkat Pertama (FKTP) teredukasi untuk disiplin menggunakan aplikasi PCare. Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) juga teredukasi untuk senantiasa melengkapi dan meng-update data kompetensi dan sarana, jelasnya, Rabu (31/10).

Lebih lanjut Budi menjelaskan, hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem aplikasi online yang selama ini digunakan, seperti P-Care di FKTP dan Vclaim FKRTL berjalan dengan baik. FKTP juga semakin mudah dalam menentukan tujuan rujukan karena Informasi jadwal praktek dokter spesialis/subspesialis yang lebih up to date serta terdapat tanggal pilihan berkunjung ke FKRTL.

Hasil lain yang cukup memberikan dampak adalah terjadi pergeseran proporsi pelayanan yang biasanya menumpuk di rumah sakit kelas A dan kelas B, kini bergeser ke rumah sakit kelas C dan kelas D.

Hasil uji coba juga tidak menutup ada sejumlah hal yang harus dibenahi bersama. Misal, terjadi penumpukkan antrean pada beberapa RS kelas C dan D, akibat masih ada RS yang tidak sesuai dalam menginput jadwal praktek dan kapasitas. Selain itu, masih ada ketidaksesuaian mapping fasilitas kesehatan. Keluhan peserta pun muncul karena harus berpindah rumah sakit, papar Budi.

Menyikapi tantangan tersebut, akan dilakukan evaluasi nasional uji coba rujukan online yang melibatkan Kementerian Kesehatan, ADINKES, PERSI, ARSADA, ARSSI, ASKLIN, PB IDI, YLKI dan stakeholder lainnya pada awal November 2018. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed