oleh

Ribuan Hektare Sawah di Wilayah Lumbung Padi Gagal Panen

Cirebontrust.com – Petani di sejumlah wilayah di Kabupaten mengalami gagal panen di antaranya terjadi di Kecamatan Panguragan, Kecamatan Gegesik, Kaliwedi, Suranenggala serta Kapetakan.

Daerah-daerah ini, dianggap merupakan lumbung padi di Kabupaten Cirebon. Fenomena terjadinya gagal panen diyakini akibat siklus 12 tahunan, sebab kejadian serupa terakhir terjadi pada 2005 lalu.

Penyebab utama diduga, karena iklim ekstrem yang akhirnya membuat jutaan hama wereng serta hama kupu menyerang ribuan hektare sawah milik petai di wilayah tersebut.

Bahkan, dibandingkan 2005 lalu, gagal panen di tahun 2017 ini dipastikan lebih parah. Kerugian ditaksir mendekati angka Rp 50 miliar dari ribuan hektare sawah produktif.

Bunadi, salah satu petani di Kecamatan Gegesik, mengatakan daerah-daerah produktif pencetak panen terbanyak di Kabupaten Cirebon yaitu Desa Gegesik Lor, Gegesik Kidul, Gegesik Wetan, Gegesik Kulon, Desa Bayalangu Lor, serta Bayalangu Kidul mengalami gagal panen.

“Sawah-sawah di Desa Bayalangu Lor sebagian di antaranya terendam air dari irigasi setempat,” katanya, Selasa (15/05).

Hal serupa terjadi di area sawah di Kecamatan Panguragan yang ditumbuhi banyak rumput serta eceng gondok, sawah di Kecamatan Gegesik pun dalam kondisi yang sama.

“Dari 1 hektare sawah yang biasa dapat 5 hingga 6 ton, saya hanya dapat 2 kwintal padi saja yang bisa dipanen,” ujarnya.

Bunadi mengaku setiap kali menanam padi, dirinya membutuhkan hingga Rp 27 juta. Rp 20 juta merupakan benih padi untuk sawah 1 hektar dan Rp 7 juta untuk ongkos menanam.

Saat ini, menurutnya, dirinya sedang memikirkan langkah untuk penanaman berikutnya. Meski dipusingkan oleh ongkos untuk benih dan ongkos lainnya, Bunadi mengaku ingin tetap menanam

Menurutnya, pihaknya yang sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Cirebon berupa benih subsidi, tetap saja bingung dengan ongkos lain-lainnya untuk menanam benih tersebut.

“Kan ada ongkos untuk traktor tanah dan lain-lainnya,” katanya. (Iskandar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed