oleh

Ribuan Hektare Sawah di Kecamatan Panguragan Gagal Panen

Cirebontrust.com – Ribuan hektare sawah di beberapa desa di Kecamatan Panguragan mengalami gagal panen. Beberapa desa ini antara lain Desa Panguragan, Panguragan Lor, Kroya, maupun Panguragan Kulon.

Kerugian diperkirakan mencapai Rp10 miliar. Diketahui, gagal panen dalam skala besar ini baru pertama kali terjadi di wilayah Kecamatan Panguragan.

Pantauan Cirebontrust.com, ratusan hektare sawah di Desa Panguragan hanya ditanami rumput serta eceng gondok. Hanya beberapa petak sawah yang ditanami kembali oleh para petani. Tampak sisa-sisa keong mati yang berserakan di sekitar sawah.

Salah satu penyebab gagal panen diduga akibat dari serangan keong tersebut. Di sisi lain, banyak petani yang telah meminjam uang kepada bank setempat, untuk modal saat awal penanaman.

Para petani di wilayah ini pun belum ada yang mengikuti asuransi, sehingga kerugian mereka tidak ada yang bisa menanggung, kecuali ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kuwu Desa Panguragan, Sukarudin, mengatakan bahwa di desanya saja luas sawah mencapai 345 hektare. Dari sawah seluas itu, 99 persen dinyatakan gagal panen. Apalagi, pada Januari lalu ribuan hektare sawah di Kecamatan Panguragan pun terendam banjir.

“Di desa kami ini kalau musim hujan ya sawahnya terendam banjir, tapi kalau musim kemarau sawahnya kekeringan. Begitu terus,” katanya Sukarudin, Kamis (11/05).

Sukarudin menambahkan, dirinya yang turut memiliki sawah di Desa Panguragan merugi hingga Rp150 juta. Dirinya memiliki 20 hektare sawah dan diperkirakan bisa menghasilkan 5 ton/1 hektare. Namun akhirnya sawahnya tidak bisa menghasilkan apa-apa.

Menurutnya, beberapa waktu lalu sempat ada pihak Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon yang datang untuk mengambil sampel tanah di sawah milik petani.

“Sekarang sedang diuji di laboratoritum, kami tidak tahu kenapa sampai diuji di lab segala, apakah memang sedang ada fenomena yang terjadi atau bagaimana, kami belum tahu,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum sawah mengalami gagal panen, terdapat ribuan hama yang menyerang padi, di antaranya hama jenis wereng serta kupu-kupu. Para petani tidak dapat berbuat apa-apa, bahkan dengan obat pembasmi hama sekalipun.

“Saat ini para petani sedang bingung harus berbuat apa, sebab 60 persen di antaranya sudah pinjam uang ke bank untuk modal, mereka bingung mengembalikannya (pinjaman, red) bagaimana,” imbuhnya. (Iskandar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed