oleh

Prihatin dengan Tragedi Ghouta, Komunitas Santri Kalong Bikin Mural

aitrades

Citrust.id – Gelombang aksi simpatik tentang pembantaian umat Islam di Ghouta Suriah dan mengingat peristiwa runtuhnya Khilafah terjadi di seluruh pelosok dunia. Termasuk di Majalengka juga ada yang melakukan aksi simpatik tersebut, misalnya yang dilakukan oleh Komunitas Santri Kalong. Mereka mengadakan aksi lewat mural/gravity yang dilaksanakan pada di salah satu sudut jalan utama Kota Majalengka ( sekitar perempatan Mambo )

Salah satu anggota Santri Kalong Vedi Sumantri menerangkan mural/gravity ini merupakan suatu bentuk aksi keprihatinan atas tragedy yang memilukan di Ghouta bagian timur Suriah. Dalam satu Minggu saja sekitar 500 orang umat Islam terbunuh (dibantai), sedangkan 400.000 kaum muslim lainnya kehilangan tempat tinggal.

“Aksi Mural/Gravity ini merupakan aksi keprihatinan kita atas peristiwa yang terjadi di Ghouta. Dimanapun umat Islam berada kita adalah saudara” ungkap dia, Minggu (04/03/2018).

Vedi juga menjelaskan tragedy Ghouta ini menambah tragedy pilu kaum muslim sebelumnya seperti di Allepo, Palestin, Afghanistan, Irak, Rohingya dan yang lainnya. Penyebabnya karena saat ini Umat Islam tidak mempunyai penjaga yakni Khilafah Islamiyah. Semenjak Khilafah diruntuhkan tanggal 3 Maret 1924, umat Islam tercerai berai dan tidak mempunyai penjaga. Khilafah ini merupakan ajaran Islam yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pihak asing merasa ketakutan dengan adanya Khilafah sehingga mereka melakukan berbagai cara untuk menghalangi Umat Islam bersatu dalam naungan Khilafah.

“Khilafah akan menyatukan Negeri-negeri Muslim yang saat ini tercerai berai, serta dengan adanya Khilafah juga umat Islam diseluruh Dunia akan terlindungi. Khilafah merupakan solusi bagi permasalahan umat Islam di seluruh dunia”. terangnya.

Karya mural/gravity dari Komunitas Santri Kalong tersebut berupa gambar yang mengilustrasikan keadaan umat Islam di Ghouta serta tulisan-tulisan yang memberikan motivasi kepada umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu dalam naungan Khilafah. /abduh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed