oleh

Polres Majalengka Menggelar “Tablig Akbar” Terkait Peristiwa Penembakan Polisi di Tol Kanci-Pejagan

Citrust.id – Polres Majalengka menggelar “Tablig Akbar” dan doa bersama Satgas Nusantara di halaman Mapolres Majalengka, demi terciptanya kedamaian di masyarakat.

Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi, Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, tokoh ulama, Forum Komunikasi Umat Beragama, Kapolsek, Danramil berserta Babinsa dan sejumlah ormas. Selain itu penyelenggaran pemilu yang diwakili Ketua KPUD Majalengka dan Panwaslu.

Kapolres Majalengka Ajun Komis Besar Noviana Tursanurohmad mengungkapkan, kegiatan yang digagasnya adalah untuk menggelorakan rasa cinta damai di masyarakat, agar tercipta sebuah suasana yang nyaman dan aman di masyarakat.

“Untuk itu Tablig Akbar ini jangan berhenti di level kabupaten, tapi gelorakan di masyarakat. Kapolsek dan Babinkamtibmas harus bisa mengolah sistem kamtibmas menjadi sebuah kekuatan, agar bisa aman dan kondusif,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga menyinggung soal ancaman teroris yang harus diwaspadai semua pihak, dan itu menjadi ancaman bagi negara. Karenanya isu sekecil apapun yang muncul di masyarakat segera dilaporkan ke kepolisian untuk segera disikapi.

Sementara itu dua hari sebelumnya diperoleh informasi bahwa satu dari empat teroris yang melakukan penembakan terhadap dua anggota kepolisian PJR, di ruas tol Pejagan adalah IA (26) yang sudah lama menikah dengan seorang gadis asal Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka.

Dia kini sudah dikaruniai anak, dan sekitar kurang lebih dua tahun terakhir keduanya mengontrak rumah dan membuka toko pakaian di Blok Cipeucang, Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga.

Pada Minggu (26/08) malam sejumlah polisi mendatangi rumah IA. Namun didapati toko pakaian tersebut tutup dan tidak ada seorang pun tetangganya yang mengetahui alasan toko tersebut tutup.

“Ada yang menyebut toko pakaian milik ia pindah ke Cikijng,” ujar Kapolres.

Supriadi salah seorang warga menyebutkan, keluarga tersebut sedikit ekslusif, baik perilaku maupun penampilannya. Nunu warga lainnya mengaku tidak menduga jika di wilayahnya terdapat terduga teroris. Dia baru mengetahui saat Minggu malam banyak anggota polisi bersenjata lengkap datang.

“Saya tidak tahu kalau ada terduga teroris asal Kecamatan Banjaran, baru mengetahui setelah banyak anggota polisi datang malam-malam hingga lebih dari pukul 21.00 WIB,” ungkapnya. /abduh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed