oleh

Polres Majalengka Gelar Sosialisasi Kamseltibcar Lantas Kepada Pelajar

Citrust.id – Unit Dikyasa Lantas Polres Majalengka melakukan pembinaan Kamseltibcar Lantas, dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 1 Talaga, Kabupaten Majalengka, Selasa (17/07).

Dalam kegiatan tersebut, Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Isnadi Anang Raharjo, didampingi Kanit Dikyasa Lantas, Iptu Y Rusyanto menyampaikan peraturan lalu lintas sesuai UU 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Kasat lantas juga mengimbau kepada para siswa yang belum cukup umur agar tidak menggunakan kendaraan bermotor. Selain itu, ia juga meminta berhati-hati saat di jalan raya, karena saat ini kondisi lalu lintas lebih padat dibandingkan beberapa tahun kebelakang.

“Sosialisasi tentang arti dan makna Kamseltibcar Lantas ini, sengaja kita gelar untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara dan Safety Riding guna mengurangi fatalitas korban Laka Lantas.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau untuk menghindari berita hoax yang akan merugikan dirinya, maupun orang lain dan ia juga berharap kepada para pelajar agar tidak mengenal Miras Oplosan atau sejenisnya yang akan mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Kita juga diimbau kepada para guru untuk menanamkan jiwa kepedulian dan keselamatan sejak dini,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Majalengka, AKBP Noviana Tursanurohmad mengatakan, sesuai dengan program Nawa Cipta Presiden Joko Widodo, unsur Polri harus hadir di tengah masyarakat sembagai simbol pemerintah. Salah satu momentum yang digunakan adalah MPLS.

“Saya sudah perintahkan kesemua anggota, baik masing masing kesatuan Polres Majalengka maupun polsek jajaran agar bisa bergabung ke sekolah saat MPLS. Anggota akan memberi penjelasan agar siswa-siswi baru tidak salah dan bisa tertib,” imbuhnya.

Kapolres mengungkapkan, kepolisian berkepentingan terhadap pelajar. Sebab, mereka adalah aset masa depan bangsa.

Dengan membangun generasi muda yang bagus, diharapkan kedepannya tidak ada lagi muncul persoalan-persoalan yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

“Kami mengemas pemberian materi agar bisa men-setting ulang pemikiran siswa dengan nasionalisme dan pembelajaran yang baik,” tukasnya. /abduh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed