oleh

Polres Indramayu Gagalkan Pengiriman 30 Juta Butir Petasan

Indramayutrust.com – Petugas Satreskrim Polres Indramayu berhasil menggagalkan pengiriman 30 juta butir petasan jenis korek api di jalan raya Desa/Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Ribuan petasan itu, dibawa mengggunakan mobil travel jenis elf bernopol E 7010 KW sedianya akan dikirim ke Jakarta, Senin (29/05).

Selain menyita barang bukti, polisi juga mengamankan 5 orang pelakunya, yakni War (41), Wan Car (39), Ris (32), Rud Har (26), warga Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu serta, Sud alias Damos (47), asal Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kelima orang ini masih menjalani pemeriksaan di Mepolres Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin didampingi Kasat Reskrim AKP Dadang Sudiantoro mengungkapkan, penangkapan bermula dari laporan warga yang mengetahui adanya pengiriman petasan menggunakan sebuah mobil.

Dari informasi warga tersebut, kemudian jajaran Satreskrim Polres Indramayu langsung mendatangi lokasi yang disebutkan. Di tempat itu, petugas yang sudah mengetahui rencana pengiriman petasan tersebut langsung mengamankan sebuah mobil travel saat melintas di jalur pantura Blok Celeng, Desa/ Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

“Puluhan juta petasan tersebut dikemas dengan menggunakan bekas kantong semen sebanyak 300 pak. Selanjutnya barang bukti petasan itupun diamankan ke Mapolres Indramayu bersama lima orang tersangka,” ungkapnya.

Dikatakannya, karena perbuatannya para tersangka terancam Undang-Undang Nomor 12 Darurat Tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan.

“Kita masih melakukan pendalaman kasus untuk pengembangan. Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan,” tegas Arif.

Selain itu, jajarannya akan terus melakukan kegiatan serupa. Pasalnya, Kabupaten Indramayu merupakan produsen petasan dengan wilayah pemasaran ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kita akan rutin melakukan kegiatan berupa operasi penyakit masyarakat. Operasi ini bukan saja di bulan Ramadan, namun dilakukan pada bulan-bulan lainnya yang tujuannya untuk menciptakan situasi kondusif,” pungkasnya. (Didi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed