oleh

Pertama di Indonesia, Sosialisasi UU Pemilu Dipadu Wayang Kulit

Citrust.id – Bawaslu dan KPU bersama Komisi II DPR RI menggelar Sosialisasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu di Bangsal Prabayaksa, Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon, Selasa (12/2/2019) malam.

Kegiatan itu dipadukan pergelaran wayang kulit dengan lakon Gareng Jadi Raja. Sebagai dalang, yakni Iyan Arifudin yang juga anggota Panwascam Kejaksan.

Pada kesempatan itu, Wakil Komisi II DPR RI, Herman Khaeron, menegaskan, Komisi II DPR RI bersama penyelenggara pemilu, yakni Bawaslu dan KPU, akan terus mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

Dikatakan Herman, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 menggabungkan UU Pemilu Presiden, UU Pemilu Legislatif, dan UU Penyelenggara Pemilu.

Melalui UU Nomor 7 Tahun 2017, untuk pertama kalinya Bawaslu kota/kabupaten di seluruh Indonesia ditetapkan menjadi lembaga permanen.

“Sebelumnya Bawaslu sama dengan Panwaslu ad hoc. Dengan UU Nomor 7 Tahun 2017, Bawaslu jadi lembaga permanen di seluruh Indonesia,” katanya.

Herman menyampaikan, pada Pemilu 2019, tugas penyelenggara oleh KPU dan tugas pengawasan oleh Bawaslu harus didukung semua pihak.

“Oleh karena itu, kami bersama KPU dan Bawaslu berkomitmen menyukseskan Pemilu 2019,” ucapnya.

Komisioner Bawaslu RI Rahmad Bagja
menyambut baik kegiatan tersebut. Sosialisasi UU Nomor 7 Tahun 2017 dipadukan pendekatan budaya wayang kulit jadi keunikan tersendiri.

“Semoga Pemilu 2019 berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.

Sementara, Ketua Bawaslu Kota Cirebon, M Joharudin, mengungkapkan, sosialisasi UU Nomor 7 Tahun 2017 dipadukan wayang kulit tersebut baru pertama kali diadakan di Indonesia.

“Selain menyimak kisah cerita wayangnya juga ada edukasi politik,” ucapnya.

Sultan Kacirebonan, Abdul Gani Natadiningrat, menegaskan, pihaknya mendukung segala bentuk perundang-undangan pemilu, seperti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

Ia juga mengimbau masyarakat ikut berpartisipasi menyukseskan proses demokrasi sesuai hati dan pikiran.

“Dalam menyukseskan pemilu hendaknya mengutamakan persatuan dan kesatuan. Mari kita canangkan demokrasi yang bermartabat,” ujar Sultan. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed