oleh

Persatuan Guru NU dan Polisi Bersinergi Perangi Hoaks

Citrust.id – Merebaknya hoaks atau berita bohong masyarakat melalui media sosial yang bisa memecah persatuan dan kesatuan, terlebih dikhawatirkan menimbulkan munculnya radikalisme, menjadi perhatian khusus kalangan pendidik.

Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahladtul Ulama (PW Pergunu) Jawa Barat, Leny Sri Wahyuni, mengatakan, para pendidik, khususnya guru di lingkungan NU, fokus memberikan pendidikan yang positif terhadap anak didik dalam penggunaan gawai maupun berselancar di dunia maya.

“Untuk mengantisipasi timbulnya penyalahgunaan gawai dan media sosial di kalangan pelajar, kami terus mendidik anak-anak di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya untuk mampu menggunakan alat teknologi dengan bijak. Kami juga mengimbau para orang tua untuk membatasi penggunaan gawai di kalangan pelajar,” ungkapnya, usai menemui Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, di mapolres setempat, Senin (18/3/2019).

Leny mengungkapkan, ia bersama jajaran PC Pergunu Majalengka menemui kapolres untuk bersilturahmi sekaligus menjalin sinergitas. Hal itu dilakukan untuk menangkal sekaligus memberantas hoaks dan radikalisme di kalangan pelajar.

“Tadi kami berbincang dengan Pak Kapolres untuk mengadakan agenda dan gerakan bersama pemberantasan serta penangkalan hoaks dan radikalisme di kalangan pelajar. Alhamdulillah, Pak Kapolres menyambut dengan baik,” ungkapnya.

Senada, Ketua PAC Pergunu Maja, Endin Muhtadin, mengatakan, saat ini penggunaan gawai dan medsos di kalangan pelajar sudah mengkhawatirkan. Perlu adanya kontrol bersama dari seluruh pihak dalam rangka menyelamatkan anak didik agar tidak terpengaruh hoaks dan ajakan radikalisme.

“Kami ingin para pelajar berada di trek yang benar dengan gawai yang di pegangnya. Karena itu, diperlukan pengawasan dan kontrol yang ketat dari semua pihak, khususnya para guru dan orang tua,” katanya.

Dampak berita hoaks akan mempengaruhi sikap dan pendirian para pelajar dalam aplikasi atau menilai sesuatu sehari-hari. Jangan biarkan mereka terlena dengan penggunaan gawai dan berselancar di dunia maya yang tiada batas.

Endin juga mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap Kapolres yang sudah menyambut keinginan para guru NU di Majalengka untuk bersinergi melawan hoaks dan radikalisme.

“Kesiapan Bapak Kapolres Majalengka dalam bersinergi melawan hoaks dan radikalisme menjadi kebanggaan kami guru-guru NU. Ke depan, mudah-mudahan ada kegiatan bersama antara kami dengan Polres Majalengka,” ujarnya. (Abduh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed