oleh

Pergantian Tahun, Pasokan Pangan di Kota Cirebon Aman

Citrust.id – Di penghujung tahun, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dan Walikota Cirebon, Nasrudin Azis, memonitoring harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Cirebon, Minggu (31/12). Pasar yang dikunjungi antara lain Pasar Jagasatru dan Pasar Drajat.

Di kedua pasar itu, Mendag Enggar dan Walikota Azis bertanya kepada sejumlah pedagang terkait harga komoditas pasar.

Dari hasil pantauan, beras medium masih ada yang dijual seharga Rp8.900. Harga tersebut menurut Enggar masih di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Harga gula pasir dan minyak goreng juga masih di bawah HET. HET untuk minyak goreng kemasan sederhana yakni Rp11 ribu per-liter. Sedangkan gula pasir Rp12.500/kg. Untuk harga bawang merah turun terlalu jauh.

“Kami sebenarnya punya patokan harga. Namun ini disparitasnya terlalu jauh,” kata Enggar.

Enggar mengungkapkan, dirinya akan segera berkoordinasi dengan Menteri Pertanian (Mentan) dan menugaskan Bulog untuk segera membeli bawang merah sesuai dengan harga yang ditetapkan. Sedangkan untuk harga cabai sangat pengaruhi oleh musim.
Tapi sekarang harganya sudah mulai turun. Dulu saat hujan masih tinggi, cabai merah dijual seharga Rp45 ribu/kg. Saat ini sudah dikisaran Rp24 ribu hingga Rp25 ribu/kg, jelasnya.

Sedangkan untuk telur ayam, diakui Enggar ada kenaikan harga yang cukup tinggi. Dari pengakuan pemasok, cuaca mempengaruhi produksi telur ayam. Sehingga beberapa bulan ini terjadi penurunan produksi telur. Enggar sudah meminta kepada pemasok untuk segera menambah pasokan di pasar, sehingga harga telur ayam perlahan bisa turun.

Pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan dan Walikota Cirebon juga meninjau pembangunan Pasar Drajat. Pasar Drajat dibangun dengan dana sebesar Rp5,5 miliar atas permintaan dari Walikota Cirebon Nasrudin Azis kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perdagangan.

Pasar Drajat berkonsep pasar tradisional namun dengan wajah modern. Antara lain dilengkapi dengan sirkulasi udara dan drainase air yang memadai, mushola, poliklinik, ruang ibu menyusui, pemotongan ayam serta pembuangan sampah.

Setiap tahun, Kementerian Perdagangan menargetkan revitalisasi dan renovasi pasar tradisional di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia sebanyak seribu buah. Hal itu berarti hingga 2019, sudah ada lima ribu pasar tradisional yang direvitalisasi dan direnovasi se-Indonesia.

Enggar menambahkan, dirinya datang ke Kota Cirebon diminta oleh walikota Cirebon untuk meninjau kondisi harga komoditas pangan di penghujung tahun.

“Di akhir tahun dan perayaan tahun baru, banyak sekali turis yang berkunjung ke Kota Cirebon. Konsekuensinya, konsumsi bahan pangan meningkat, jelasnya.

Sementara, Walikota Cirebon Nasrudin Azis mengaku, dirinya sangat mengerti apa yang dihadapi masyarakat Kota Cirebon menjelang perayaan hari besar. Oleh karena itu dirinya jauh-jauh hari sudah meminta Menteri Perdagangan agar segera melakukan operasi pasar di Kota Cirebon untuk menekan harga di pasaran.

“Dengan harga yang terjangkau, maka masyarakat Kota Cirebon tidak akan dibebani dengan pengeluaran kebutuhan yang terlalu besar di setiap perayaan hari besar, pungkasnya. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed