oleh

Pengemis di Situs Ziarah Makam Sunan Gunungjati Mayoritas Bukan Masyarakat Setempat

Citrust.id – Wakil Juru Kunci Situs Ziarah Makam Sunan Gunungjati, Muhammad Faroja mengatakan, banyaknya jumlah pengemis yang berada di kawasan wisata religi tersebut bukan 100 persen merupakan masyarakat setempat.

“Apalagi kalau ada moment-moment besar seperti mulud sekarang atau menjelang puasa, jumlahnya sering meningkat dan saya juga tidak mengenal sebagian besarnya karena bukan dari warga sini,” ungkap Faroja kepada citrust.id saat ditemui di lokasi Ziarah Makam Sunan Gunungjati, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Minggu (25/11/2018).

Lebih lanjut, dirinya sudah melakukan pembinaan terhadap para pengemis dibantu pihak dari Satpol-PP agar tidak meminta secara paksa kepada pengunjung. Nahas, sosialisasi tersebut tampaknya sulit berbuah hasil karena perilaku dari para pengemis itu sendiri.

“Susah kalau masalah ini. Kadang kan ya ada dari pihak Satpol PP berkunjung, mereka tidak tahu kemana langsung pada hilang. Giliran petugas Satpol PP pergi, baru bermunculan kembali,” tambah dia.

Terlebih dirinya menyayangkan sikap para pengemis yang acapkali mengikutsertakan anaknya dalam meminta-minta. Hal demikian dinilai hanya memunculkan kesan negatif terhadap objek wisata setempat.

Terakhir dirinya mengaku tidak bisa melarang atau mengusir para pengemis. Lantaran ada wasiat dari Kanjeng Sunan Gunungjati yang berbunyi ‘Ingsun titip tajug lan fakir miskin’.

“Pengemis ini kan bisa diartikan sebagai fakir miskin. Kalau yang memaksa itu memang kita akui salah. Harapannya sih mereka bisa lebih tertib dengan meminta secara ikhlas bukan dengan memaksa,” tandas dia./dhika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed