oleh

Pengelolaan Modal yang Buruk Picu Kredit Macet

Citrust.id – Permasalahan yang dialami pelaku bisnis UKM saat ini berkutat pada permodalan dan pemasaran. Selain itu, ada hal yang tak kalah penting untuk jadi perhatian, yakni pengelolaan keuangan.

Demikian dikemukakan Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, pada Seri Kelas Keuangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kreatif Syariah, Rabu (20/2/2019), di Hotel Aston Cirebon.

Dikatakan Fadjar, pengelolaan sangat penting, bahkan lebih penting dari kepemilikan keuangan itu sendiri. Pada umumnya, kredit UKM menjadi bermasalah bukan karena bisnisnya yang gagal, tapi karena pengelolaan keuangan yang buruk.

Banyak pengelolaan keuangan usaha yang masih bercampur dengan keuangan personal. Dengan kondisi tersebut, ketika ada pengeluaran ekstra atau kebutuhan tambahan, para pelaku UKM biasanya mengambil dana usaha. Bercampurnya keuangan usaha dan keuangan pribadi akan menggerogoti modal.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Bekraf membangun kapasitas pelaku UKM kreatif dengan memberikan pengetahuan terkait pengelolaan keuangan, baik keuangan usaha maupun keuangan pribadi,” jelas Fadjar.

Sementara, perwakilan BRI Syariah, Wenni Sri Winastri, mengutarakan, saat ini, BRI Syariah merupakan satu-satunya perbankan syariah yang menyediakan layanan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sejak Februari 2017, BRI Syariah telah menyalurkan pembiayaan KUR senilai Rp1,2 triliun dengan jumlah nasabah 44 ribu orang.

Kuota penyaluran KUR yang diberikan pemerintah untuk BRI Syariah bertambah tiap tahunnya. Untuk skala nasional, kuota penyaluran KUR BRI Syariah saat ini senilai Rp1,5 triliun.

Wenni mengungkapkan, penyerapan pembiayaan KUR di Cirebon cukup baik. Di Cirebon, BRI Syariah menyalurkan pembiayaan KUR di sektor usaha fashion, kuliner dan kriya.

“Porsi penyaluran KUR di BRI Syariah Kantor Cabang Cirebon senilai Rp10 miliar. Diharapkan bisa segera diserap oleh para pelaku UKM kreatif di wilayah Cirebon,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah, Yati Rohayati, menyampaikan, permodalan merupakan salah satu faktor krusial bisnis UKM. Tak kalah penting adalah pengelolaan modal.

“Melalui kegiatan ini, pelaku UKM kreatif Cirebon mendapatkan informasi akses permodalan sekaligus pengetahuan pengelolaan keuangan,” ujarnya. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed