oleh

PCNU Majalengka Adakan Madrasah Kaderisasi

Citrust.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Majalengka menggelar Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) di Pondok Pesantren Manba’ul Huda, Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka.

Ketua Panitia MKNU, Kiai Muhamad Umar, mengatakan, kegiatan ini selama dua hari, yakni 6-7 April 2019. Diharapkan para peserta dapat memahami NU, mulai dari sejarah kelahiran, amalan-amalan yang dilakukan hingga visi dan misi perjuangan NU.

“Para peserta yang lulus berhak menjadi pengurus NU di semua tingkatan dan bisa duduk di PBNU,” kata pengasuh Ponpes Manbaul Huda itu, Minggu (7/4/2019).

Dia berharap, seluruh kader dan pengurus NU mengikuti agenda pengkaderan itu hingga selesai dan disiplin di setiap materi yang diberikan oleh setiap narasumber.

“Saya harapkan nantinya para peserta bisa cakap, aktif, dan kritis untuk menghidupkan forum diskusi. Karena seperti itulah ciri khas nahdliyin,” ungkapnya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Majalengka, KH Dedi Mulyadi menjelaskan, MKNU dalam rangka membumikan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah di Kabupaten Majalengka.

“Saya mengapresiasi seluruh peserta yang hadir atas kesungguhannya. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan maslahat untuk menegakkan Islam Aswaja di Majalengka,” tuturnya.

Dia berharap, kegiatan MKNU mampu menumbuhkembangkan ghirah ke-NU-an bagi warga NU di Majalengka. Dengan begitu, Kabupaten Majalengka ke depan akan diisi oleh kader-kader NU yang memiliki kompetensi.

“Nantinya yang menjadi pengurus tidak akan diragukan lagi ke-NU-annya. Sehingga mampu menjadikan Majalengka sebagai Kota Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,”katanya.

Kegiatan MKNU akan berkesinambungan agar mampu menguatkan kepengurusan di tingkat cabang hingga anak ranting. Sehingga PCNU Majalengka tidak akan mengalami krisis kader untuk duduk di struktural.

“Kami harapkan MKNU ini dapat melahirkan pengurus maupun kader NU yang semakin terdepan dalam memperjuangkan visi-misi NU dan kepentingan bangsa dan negara ini,”paparnya.

Dia menambahkan, MKNU diikuti puluhan peserta dari semua unsur Nahdliyin Majalengka, mulai dari pengurus cabang, MWC, ranting, lembaga dan badan otonom.vSelama dua hari, peserta akan diberikan materi ke NU-an diakhiri prosesi pembaiatan.

“Dengan madrasah kader Nahdlatul Ulama ini semua unsur baik cabang, MWC, ranting, pimpinan pesantren bisa bersama-sama membangunn NU ke depan di Majalengka.

Terlebih kaderisasi di NU bukan cuma MKNU, ada juga kaderisasi lain, seperti PPMKNU, kaderisasi dai dan ulama. Semua itu dalam rangka penguatan militansi sehingga punya tanggungjawab dan dedikasinya,” paparnya.

Sementara itu, salah satu peserta MKNU, Firman Saefullah, mengaku senang dan bahagia telah ikut serta di MKNU. Baginya, MKNU merupakan bagian dari kaderisasi yang menegaskan ke-NU-an seorang kader.

“Mengikuti MKNU itu menjadi tradisi pengkaderan di NU. Sejumlah materi yang ada di MKNU mampu menambah keilmuan tentang NU kepada para peserta yang nantinya akan menjadi pengurus NU,” pungkasnya. (Abduh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed