oleh

Parpol Diminta Jeli Tentukan Balonbup yang Dibutuhkan Masyarakat

Cirebontrust.com – Dimulainya penjaringan balon bupati oleh sejumlah parpol di Kabupaten Cirebon, harus dibarengi dengan komitmen parpol sebagai wadah aspirasi masyarakat dalam instrumen demokrasi.

Hal itu disampaikankan, Cecep Handoko Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Kabupaten Cirebon. Menurutnya, tentunya tidak keluar dari mekanisme yang berlaku di tubuh masing-masing parpol tersebut.

Diktakannya, selain soal prosedur papor, juga harus peka dan jeli menyerap keinginan masyarakat cirebon, jangan sampai momentum penjaringan malah dijadikan politik transaksional yang ujungnya merugikan kepentingan masyarakat cirebon.

Hal itu bisa terjadi, karena parpol hanya dikuasai pemodal, bukan orang atau figur yang diinginkan masyarakat Kabupaten Cirebon.

“Ingat tujuan dari dilaksanakan hajat demokrasi melalui pilkada serentak ini, bukan sebatas berebut kursi kekuasaan tapi parpol juga punya kewajiban untuk memberikan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat,” ungkapnya.

Bentuk pendidikan politik itu, katanya salah satunya dengan tingkat kepekaan parpol dalam menyerap keinginan warga Kabupaten Cirebon khususnya.

“Sederhananya, mekanisme dan ideologi harus benar-benar dipegang dalam konteks pemilihan balon ini. Jangan sampe parpol cuma melihat kepentingan golongan, karena desakan ekonomi atau faktor negatif lainnya,” ujarnya.

Jika terjadi hal negatif, dirinya cukup berharap LSM ataupun ormas di kab cirebon berani mengambil sikap untuk menjadi pengawas dalam hajat pilkada ini.

Jadi, bukan sebatas partisan terhadap calon atau balon tertentu, Supaya figur-figur yang akan tampil dalam kontestasi pilkada 2018 di kabupaten cirebon benar-benar orang yang punya kemampuan dan mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Cirebon.

LSM ataupun Ormas, sebutnya sebaiknya juga tidak sebatas mengawasi penyelenggara pemilu, akan tapi harus berani untuk melakukan kritik terhadap parpol atau balon yang menggunakan cara-cara kotor dalam mengikiskan ambisi politiknya.

“Apalagi boleh dikatakan saat ini, Kabupaten Cirebon menurut beberapa kalangan sedang mengalami krisis kepemimpinan,” tukasnya. (Johan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed