oleh

Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon Tuntut Perhatian Serius Pemda

Citrust.id – Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat akan kembali digelar pada 27-30 November mendatang di Kabupaten Garut. Pemilihan Duta Wisata dan Budaya Jawa Barat itu akan diselenggarakan dengan format berbeda dari biasanya.

Sebanyak 27 pemerintah daerah kabupaten/kota di Jawa Barat diminta mengirimkan perwakilan duta wisata dan budaya daerah untuk berkompetisi pada ajang yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat itu.

Tahun ini, Kota Cirebon akan mengirimkan Jaka Panji Slamet Hutomo dan Rara Paramitha Hutami. Mereka telah mendapatkan pembekalan pengetahuan umum, bahasa asing, pariwisata dan budaya serta keorganisasian dari para alumni yang tergabung dalam Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon.

Ketua Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon, Achmad Multazam Yamin Ibrahim, mengungkapkan, Kota Cirebon memiliki duta wisata dan budaya dengan sebutan Jaka dan Rara yang bergerak di bawah naungan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon.

Meski demikian, kata Zam, panggilan akrabnya, selama ini sebagian besar kegiatan Jaka Rara Kota Cirebon didanai dan diprakarsai alumni ajang tersebut. Hal itu yang membuat Zam merasa geram dan menghendaki perubahan. Dirinya amat menyayangkan respons pasif dinas terhadap segala bentuk kegiatan Jaka Rara Kota Cirebon selama ini.

“Dibentuk oleh pemerintah nyatanya tidak membuat kami terurus dan terbina. Jaka Rara Kota Cirebon pun kerap absen dalam ajang Pasanggiri Mojang Jajaka Provinsi Jawa Barat. Hal itu mencoreng nama baik Kota Cirebon di mata pelaku seni dan budaya maupun Pemprov Jabar,” kata Zam.

Kekecewaan Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon bertambah. Pasalnya, hingga kini pemilihan, pembinaan dan pengiriman Jaka Rara Kota Cirebon ke tingkat provinsi tidak dianggarkan. Dinas dinilai tidak punya inisiatif yang inovatif untuk menangani persoalan itu.

Padahal, lanjut Zam, pada 2010 silam Kota Cirebon meraih gelar Wakil 2 Mojang Provinsi Jawa Barat atau Juara 3. Hal itu seharusnya jadi perhatian serius pemerintah Kota Cirebon dalam meningkatkan pembangunan sumber daya manusia melalui ajang Jaka Rara.

Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon berharap, Jaka Rara Kota Cirebon jadi duta wisata dan budaya yang bijak, cerdas dan berani membangun daerah. Bukan hanya patuh pada peraturan keprotokoleran pemerintah, namun juga aktif dan kritis membangun daerah melalui kreatifitas generasi muda.

“Kami akan buktikan, tahun ini Jaka Rara berhasil di ajang Mojang Jajaka Provinsi Jawa Barat dengan kreasi yang mandiri,” tegas Zam. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed