oleh

PAC PDI-P Kab. Cirebon Dukung H. Rakhmat di Pilbup 2018

Cirebontrust.com  – Dihadiri 32 Pengurus Pimpinan Anak Cabang PAC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, dari mulai Ketua, Sekretaris dan Bandahara Kamis petang (25/05) bertempat di salah satu hotel di Kabupaten Cirebon, para pengurus PAC PDI Perjuangan menyatakan dukungannya terhadap H. Rahmat dalam pencalonan bakal calon bupati di partai PDI Perjuangan.

Sementara itu, ketua PAC PDI Perjuangan, Kecamatan Gempol, Yudi Sujaya mengaku sudah mengenal betul siapa Rahmat, oleh karenanya saat mendengar ia akan mendaftar di Partai berlambang moncong putih, dirinya langsung memberikan dukungan.

“Jelas saya akan memberikan dukungan pada H. Rahmat, karena saya tahu dia seperti apa, sebagai kader partai ia mengaku sangat bangga, pasalnya banyak orang yang tertarik masuk PDI Perjuangan,” ujarnya.

Disinggung apakah dukungan serupa juga diberikan kepada calon petahana, Yudi menyampaikan jika melihat kinerja Bupati saat ini, ia mengaku sangat prihatin. Sebab ia menilai selama ini kinerjanya tidak dapat dirasakan masyarakat.

“Jujur mas saya sangat prihatin dengan kondisi Cirebon saat ini. Terus juga petahana melanggar komitmennya, intinya tidak ada perhatian terhadap PAC, saat ada kegiatan di bawah juga tidak pernah melibatkan kami sebagai PAC,” jelasnya.

Sementara itu, H Rahmat membenarkan bahwa ia mendapat dukungan dari 32 PAC PDI Perjuangan untuk mencalonkan diri sebagai balonbup.

“Sebenarnya semuanya ada 40 PAC mendukung, hanya saja karena kesibukan mereka tidak bisa hadir,” tuturnya.

H. Rahmat, dukungan dari PAC merupakan salah satu persyaratan untuk mendaftar, ia sangat mengapresiasi PAC PDI Perjuangan yang sudah memberikan dukungannya.

“Dukungan PAC PDI Perjuangan bukan secara lisan, tapi hitam di atas putih. Insya allah besok saya akan mendaftar ke PDI Perjuangan,” ujarnya.

H. Rahmat mengakui sejak lama ia ingin mendaftar melalui partai moncong putih itu, ditambah lagi banyak dorongan dan dukungan. Sehingga ia akhirnya menetapkan PDI Perjuangan sebagai labuhan terakhir. (Sukirno Raharjo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed