oleh

Ngopi Rabu Malam #16 Lingkar Jenar Bicara Langit Ketujuh Naguib Mahfouz

Citrust.id – Komunitas sastra Lingkar Jenar Cirebon pada pertemuan agenda diskusi terbatas Ngopi Rabu Malam #16 mendedah novelet terjemahan karya penulis Mesir peraih Nobel Kesusastraan 1988 Naguib Mahfouz berjudul Langit Ketujuh (The Seventh Heaven), Rabu (3/10/2018), pukul 19.30 WIB.

Diceritakan Uyung Nuha dalam resensinya “Meniti Tangga Langi Kebajikan”, The Seventh Heaven yang diterjemahkan oleh Syihabul Furqon menjadi Langit Ketujuh karya penulis Timur Tengah, Naguib Mahfouz, dibuka dengan sebuah episode kematian mengenaskan yang harus dialami seorang tokoh pemuda martir, miskin, pintar, bersahaja, Raouf Abd Rabbuh di tangan karibnya sendiri; Anous Qadri—putra Bos Qadri si Jagal—yang memonopoli perdagangan, menjarah, dan merampas kaum papa di wilayah bernama seikh hara, Mesir.

Sebagai arwah, Raouf kemudian sampai di sebuah wilayah antah berantah yang disebut langit pertama. Ia disambut Abu, seorang yang semasa hidupnya menjadi Imam di Seratus Gerbang Thebes. Atas nama pengadilan langit, Abu mendapat mandat sebagai pembela/advokat orang-orang yang sudah meninggal dunia.

“Sampai akhir cerita, keberadaan Langit Ketujuh menjadi misteri. Sesungguhnya, menurut saya, Naguib tidak membahas soal Tuhan. Tetapi, ia bicara soal manusia dan perilakunya di dunia,” ujar Uyung.

Contohnya, Raouf mengedepankan alasan-alasan untuk menutupi kelemahan. Ia gamang dengan keyakinan dan kemampuan mencapai target. Dihinggapi khawatir dan takut gagal. Semua itu mudah dipatahkan dan dibantah. Sejatinya, menjalankan tugas dengan baik tanpa memikirkan imbalan-imbalan, hadiah, dan semacamnya itu berat. Sebelum itu, Abu bertanya “Apa kau sudah putus asa?” “Tentu saja belum,” jawab Raouf. “Maka, berupayalah sekuat tenaga dalam tugasmu,” pekik Abu.

Menanggapi itu, Edeng Syamsul Ma’arif mengatakan, karya-karya penulis Timur Tengah memang khas. Jika tidak absurd maka sufistik.

“Buku bagus bukan persoalan tebal atau tipis. Buku ini menarik karena khazanahnya yang genuine, Syihabul Furqan berhasil menerjemahkannya,” kata Edeng.

Ke depan, Lingkar Jenar akan membahas tema besar #SastraMengepungKota. Menghadirkan cerpenis Edeng Syamsul Ma’arif, penyair Nissa Rengganis, dan esais Fathan Mubarak. Juga mendiskusikan buku Billion Dollar Whale yang ditulis Tom Wright & Bradly Hope yang akan dibahas dan diterjemahkan oleh Yuda Sanjaya redaktur Radar Cirebon./citrust.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed