oleh

Netty Heryawan: Potensi Kelautan Jauh Lebih Besar Ketimbang Potensi Darat!

Indramayutrust.com – Lagu nenek moyangku seorang pelaut sampai saat ini masih menggambarkan bahwa bangsa kita kuat, namun lagu nenek moyang hanya dinyanyikan di TK-TK dan PAUD, tanpa diartikan makna yang sesungguhnya, termasuk lagu kolam susu.

Hal itu diungkapkan ketua TP PKK Jawa Barat, Netty Heryawan, dalam sambutannya pada acara Marine Food Festival dan Job Fair yang diselenggarakan SMK Hasanudin Indramayu, Sabtu (06/05).

Dikatakannya, potensi kelautan jauh lebih besar dari potensi darat. Ia mencontohkan, pada pertandingan PON beberapa waktu lalu di Indramayu, atlet dayung yang paling banyak meraih juara adalah dari Indramayu.

“Ini menunjukkan bahwa potensi laut luar biasa,” jelasnya.

Namun demikian, pertanian dan perikanan belum menjadi isu strategis, padahal, lanjut Netty, keduanya adalah bahan pokok pangan yang harus di kembangkan termasuk di sektor peternakan.

“Saat ini sektor pertambangan, Migas adalah yang paling seksi, padahal kalau untuk hajat orang banyak sebetulnya di sektor pertanian, perikanan, kelautan dan peternakan,” jelasnya.

Diharapkannya, pemerintah pusat, provinsi dan daerah Kabupaten Indramayu agar bisa bersinergi, dalam isu strategis di sektor perikanan dan kelautan.

“Jangan sampai ada istilah tikus mati di lumbung padi, juga termasuk nelayan, jangan sampai ikan segar dijual, anak-anaknya di kasih ikan asin,” tandasnya.

Pemberdayaan masyarakat di pesisir dan yang berprofesi nelayan, kata Netty, bagaimana agar komoditas yang dijual bisa mensejahterakan keluarga nelayan, bukan hanya yang bernilai ekonomis, juga dalam hal kesehatan.

Ia menambahkan, pengkonsumsi ikan masih rendah, salah satunya akibat adanya persoalan sosio kultural di masyarakat dan sumber protein di geser oleh makanan modern.

“Misal sosio kultural, ada yang hamil, katanya jangan makan ikan, nanti amis, gak sehat bagus buat bayinya,” jelasnya.

Karenanya, lanjut Netty, paradigma di masyarakat harus dirubah. Ia berharap agar pengkonsumsi ikan lebih banyak.

“Sekarang bukan lagi krisis senjata, namun krisis pangan dan energi, mari kita jaga ketahanan pangan hingga menjadi bangsa mandiri dan tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya. (Didi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed