oleh

Mencekik! Harga Garam Dari Petani Hanya Dihargai Rp300-400 Per Kilogram

Citrust.id – Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Demikian nasib yang dialami para petani garam di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Pasalnya, harga garam yang semula dihargai Rp1.000-1.500 perkilogram. Kini terjun bebas hingga menyentuh angka Rp300-400 per kilogramnya. Penurunan tersebut sudah terjadi sejak Bulan September lalu secara berangsur-angsur.

Belum lagi sekarang ini sudah mulai memasuki musim penghujan. Dalam prosesi produksi garam hanya bisa dilakukan di bawah terik matahari. Tidak bisa jika dilakukan di dalam ruangan.

Salah seorang petani garam, Kosim, mengatakan, penetapan harga garam tersebut merupakan kebijakan dari tengkulak setempat. Lanjut dia, mayoritas lahan pertanian garam bukanlah milik pribadi. Akan tetapi merupakan lahan sewaan.

“Tidak tahu mas, kita cuma petani. Cuma bisa pasrah. Jika dibilang cukup tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari ya kita cukup-cukupin aja,” ungkapnya kepada citrust.id saat ditemui di lahan pertaniannya di desa setempat, Jumat (23/11/2018).

Dirinya mengaku, harga garam kian anjlok disebabkan oleh faktor kualitas garam yang dihasilkan. Dikatakan Kosim, faktor cuaca dan rendahnya kualitas peralatan bertani menjadi faktor utama.

Disinggung terkait import garam dari luar negeri. Pihaknya menyayangkan tindakan demian. Kosim menilai, dengan adanya import garam sama halnya dengan mengikis rezeki petani lokal.

“Kami petani garam sih berharap ada bantuan dari pemerintah. Setidaknya bisa sedikit memberi solusi dalam permasalahan kami,” tandas dia./dhika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed