oleh

Melepas Kebencian

Oleh DADANG KUSNANDAR*

PEMBAHASAN cukup menarik pada bulan Agustus bagi bangsa Indonesia adalah kemerdekaan. Kemerdekaan yang diperoleh dengan berdarah-darah dan memerlukan waktu panjang. Ratusan tahun terjajah bangsa asing tak pelak menjadikan kemerdekaan sebagai titik puncak pengharapan.

Merindukan kemerdekaan tak ubahnya menampilkan sosok diri sendiri ke hadapan pergaulan dunia. Sosok sesungguhnya tanpa kamuflase mercu suar. Tanpa kepura-puraan pujian bangsa asing yang hanya ingin menangguk keuntungan finansial dan sumber daya alam Indonesia.

Sosok diri sendiri itu mesti kokoh dan tidak termakan oleh baku hantam sesama bangsa sendiri. Katanya kita ini satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Katanya kita ini bangsa yang ramah dan bertekad menjadi mandiri. Katanya kita bersatu, memegang persatuan dan kesatuan dalam bingkai Indonesia.

Sosok diri sendiri yang hendak ditampilkan ke hadapan publik dunia harus memenuhi syarat utama, yakni seluruh masyarakat Indonesia tidak diperdaya oleh kepentingan politik pihak mana pun. Tidak mudah percaya pada setiap bentuk provokasi yang memecah belah persatuan. Tidak serta merta turut menyebarluaskan hate speach (ujaran kebencian) yang tak terkira jumlahnya setiap saat.

Merdeka adalah pertanggungjawaban mengisi wilayah geografi Indonesia dengan sikap hidup yang indah. Pemerintah dituntut bekerja keras untuk memakmurkan seluruh rakyat. Sebaliknya rakyat dituntut untuk tidak memandang pemerintah dengan kebencian. Pandangan kebencian akan melahirkan sikap apriori yang potensial menimbulkan konflik.

Marilah pada bulan penuh makna ini di tahun politik yang hingar bingar ini, kita tetap menjadi Satu Indonesia. Indonesia yang majemuk dengan kekayaan budaya nan aduhai. Indonesia yang dibangun bukan untuk sebuah negara agama, melainkan negara bangsa. Indonesia yang dibangun untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut serta melaksanakan ketertiban dunia.

Melepas kebencian menjadi rasa suka memberi peluang bagi pemerintahan yang syah dan konstitusional untuk bekerja secara maksimal. Merdeka!

*Penulis lepas, tinggal di Cirebon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed