oleh

Kondisi Situs Makam Luweung Cirebon Memprihatinkan

Citrust.id – Situs Makam Luweung yang terletak di Desa Luweung, Cirebon kondisinya sangat memprihatinkan. Dari segi fisik, sejumlah bangunan nampak lapuk dimakan usia.

Selain itu, tembok pembatas yang mengelilingi situs makam tersebut sudah tidak tersusun rapi. Gapura bagian depan yang memiliki dua pintu dengan material kayu, kini mulai tidak berfungsi dikarenakan kondisinya yang rapuh dan membahayakan pengunjung.

Begitu juga pada area Makbaroh Makam, genting serta ‘soko guru’ sudah terlihat rapuh. Hal tersebut mengundang kekhawatiran pihak pengelola jika sewaktu-waktu bangunan roboh dan melukai pengunjung.

“Saya khawatir kalau atap ini tidak segera diganti akan roboh,” kata Kosasih, pengelola sekaligus Juru Kunci Situs Makam Luweung, Kamis (23/05).

Padahal pengunjung Situs Makam tersebut terbilang banyak bahkan dari berbagai kota, semisal Semarang, Tuban, Kediri, Bogor, Bandung, Surabaya, Jepara, Pacitan, Banyumas bahkan dari Kalimantan pun pernah menyambangi situs tersebut.

Padahal dengan ramainya peziarah dari luar kota, kebutuhan penginapan yang layak huni di areal situs tersebut juga sangat mendesak.

Namun akibat minimnya dana, keberadaan sejumlah kamar penginapan yang berukuran 2X3 meter dan cukup menampung 4-6 orang kini kondisinya sudah tidak layak. Bangunannya yang lapuk dan hanya berbatas papan triplek.

Kondisi Tempat Wudu pun sangat tidak layak karena lokasinya yang menyatu dengan toilet.

Selama ini pengelola situs Makam Luweung untuk operasinalnya hanya mengandalkan sumbangan dari para peziarah. Namun karena jumlahnya yang tidak banyak, sedangkan kebutuhan tidak sedikit, sehingga upaya perbaikan fasilitas situs pun seadanya.

“Banyak yang berkunjung di sini dari berbagai daerah, bahkan juga ada yang dari luar jawa. Tapi ya begitu, kami terkadang tidak enak sendiri sebagai tuan rumah, karena dengan kondisi situs makam ini yang seadanya, makanya kami berharap baik dari pemerintah mau membantu untuk meremajakan situs ini agar lebih layak,” kata Kosasih.

Ia juga menambahkan, kalau situs Makam Luweung ini sifatnya cagar budaya, yang keberadaanya perlu dijaga dan dilestarikan.

“Karena sifatnya situs atau cagar budaya, sudah sepatutnya pemerintah dan masyarakat menjaga dan melestarikanya,” kata Kosasih. /314

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed