oleh

Kita Bisa Menjadi Pahlawan Masa Kini dengan Berkarya

Citrust.id – Menjadi pahlawan tidak selalu harus mengangkat senjata. Dengan berjuang menghasilkan sebuah karya (menjadi penulis), bagaimana karya kita dilihat dunia, bagaimana cara mengajak orang menjadi lebih baik, dan sebagainya. Secara tidak sadar kita telah menjadi pahlawan masa kini.

Kalimat tersebut diungkapkan oleh Nadhifa Allya Tsana kepada citrust.id seusai acara meet and greet dan lauching buku “Kata” di Gramedia Cipto Cirebon, Kecamatan Kesambi, Sabtu (10/11/2018).

Lebih lanjut penulis yang identik dengan nama pena Rintik Sedu itu menuturkan, berdasarkan hasil survey, Indonesia menduduki posisi ke-60 atau kedua terendah dari total negara yang dijadikan sampel penelitian.

“Tapi, jika kita melihat kenyataannya tidaklah seburuk itu. Masih banyak kok masyarakat Indonesia yang masih membaca, meski dilakukan dengan cara online,” tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, masyarakat sebisa mungki membiasakan untuk terus membaca, karena dengan rutinitas tersebut kecintaan akan budaya baca akan tumbuh dengan sendirinya, bahkan bisa saja menjadi candu.

Tsana juga bercerita tentang penulis idolanya yaitu Susilo Toer. Dirinya mengatakan dari beliau ia belajar bagaimana caranya menulis untuk benar-benar menulis. Bukan mementingkan ketenaran, royalti, dan sebagainya. Melainkan tentang menulis untuk keabadian.

“Banyak kesan yang aku terima setelah menjadi penulis, aku bisa mempunyai dunia baru, seperti memiliki teman baru lalu menjadi pembaca dan kemudian menjelma menjadi keluarga baru aku,” tandasnya./dhika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed