oleh

Kamu Ketahuan

Catatan Dadang Kusnandar

MASIH ingat lagu berikut: Kamu ketahuan pacaran lagi dengan si dia (dst)? Lagu genre guyon segar segala umur itu pernah ngetop dan kerap dinyanyikan dalam suasana riang. Termasuk di acara pernikahan.

Pacaran lagi alias selingkuh dengan kawan lama dan atau pacar puluhan tahun silam ada kalanya berlangsung akibat “keseleo” dunia maya. Aplikasi media sosial memungkinkan terjadinya selingkuh dengan siapa pun, dari belahan dunia mana pun. Berawal dari kerapnya saling sapa, keinginan kopi darat pun meruyak. Tinggal klik aplikasi wisata keren, kedua insan itu bisa berjumpa, lalu selingkuh.

Sebelum ketahuan pasangan masing-masing mungkin selingkuh itu indah (sii). Sebelum ketahuan selingkuh membuktikan tingginya vitalitas dan semangat kerja seorang lelaki. Tapi setelah ketahuan, terbukti bahwa selingkuh itu merusak seluruh tatanan yang telah dibangun. Merusak seluruh janji suci dan menenggelamkan biduk ke buritan sehingga teronggok di ujung dermaga dan tidak dapat digunakan lagi.

Sekadar ilustrasi. Belum lama tersiar kabar seperti ini: Google Maps tidak saja berguna untuk mengetahui kondisi jalan yang ingin dituju. Di Peru, seorang suami minta cerai setelah pergoki istrinya berselingkuh.

Dilansir Asia One Jumat (12/10/2018), pria yang tak disebutkan identitasnya itu kaget ketika melihat kawasan Puente de los Suspiros de Barranco. Google Maps telah menjelaskan lokasi perselingkuhan sehingga sang suami mendapati istrinya tengah selingkuh.

Mungkin belum ada data valid perselingkuhan di Indonesia yang diakibatkan oleh aplikasi media sosial. Kendati kita tahu peronal massage (pm) disesaki oleh bertaburannya bujuk rayu dan “cinta” sesaat. Apabila bersambut tak pelak melajukan perselingkuhan.

Kemajuan teknologi layak dirayakan sebagai prestasi budaya dan kemanusiaan. Kemajuan teknologi pun membuka ruang pengembangan pikir dan zikir atas segala ayat kauniyah Tuhan dan dengan demikian mempercepat pertumbuhan teknologi yang lain. Di sisi menarik inilah pembentukan karakter kemanusiaan kita mesti selaras dengan arahan teknologi tepat guna.

Dengan kata lain teknologi akan menjadi indah apabila berdaya guna dan memiliki nilai kemajuan kemanusiaan hakiki. Sebaliknya, teknologi akan jatuh jadi perintang manakala (secara sadar) digunakan sebagai sarana untuk selingkuh.[]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed