oleh

Jajaran Pimpinan BPJS Kesehatan Turun Langsung Layani Masyarakat

Citrust.id – Lebih dari empat tahun program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan berjalan. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) BPJS Kesehatan ke-50, para pimpinan BPJS Kesehatan turun meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Jajaran pimpinan BPJS Kesehatan itu melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung sekaligus memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik.

Pada kesempatan itu, para pimpinan BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat).

Usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Kabupaten Kuningan, Selasa (3/7), Kepala BPJS Kesehatan, Dasrial, menjelaskan, kegiatan eksekutif frontliner itu merupakan salah satu wujud komitmen BPJS Kesehatan dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS.

“Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depan kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” kata Dasrial.

Diungkapkan Dasrial, berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi para pimpinan BPJS Kesehatan. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Hanya dalam kurun waktu empat tahun program JKN-KIS telah mengcover hampir 80 persen dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, lanjut Dasrial, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru mengcover 85 persen populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan mengcover 99 persen populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 persen populasi penduduk.

Dasrial menambahkan, saat ini JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia dengan jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution.

Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan.

“Oleh karena itu, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” tutur Dasrial. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed