oleh

Gelar Festival KIM, Diskominfo Dorong Warga Antisipasi Hoax

Citrust.id – Kepala dinas komunikasi dan informatika (Kominfo) kabupaten Majalengka, Maman Sutiman mengatakan, ada beberapa alasan kenapa berita hoax merajarela.

Menurutnya, arus informasi yang terlalu melimpah, dan disaat bersamaan, kemampuan berpikir kritis dan budaya membaca yang rendah. Hasilnya, penerima informasi sulit membedakan mana berita yang benar, mana berita yang palsu.

“Kecenderungan menerima informasi hanya yang sesuai dengan pendapatnya juga memperbesar potensi seseorang percaya berita hoaks. Daya kritis menjadi tumpul, dan logika dikalahkan emosi,” ujarnya ketika membuka acara Festival KIM Expo 2018, Rabu (24/10/2018) Di Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka.

Maman menyebut, ini fenomena di masyarakat dimana seseorang yang hanya membuka diri terhadap informasi yang sesuai dengan kehendaknya.

“Hoaks begitu mudah tersebar hanya karena sejalan dengan aspirasi dan pendapat yang membacanya. Tidak ada kroscek, apalagi verifikasi dan tabayyun. Hanya emosi dan minim logika,” tandasnya.

Untuk itu pihaknya sangat mendorong kepada kelompok informasi masyarakat (KIM) untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat. Salah satunya dengan menggalakkan program masyarakat membaca.

Ketua Relawan TIK Kabupaten Majalengka H. Budi Victoriadi mengatakan tip antisipasi hoax adalah dengan kroscek berita dari sumber media yang kredibel dan terverifikasi oleh Dewan Pers.

“Data Dewan Pers ada 43.000 media yang menyatakan portal berita namun hanya 300an yang terverifikasi Dewan Pers, Media terverifikasi ini lebih mudah diminta pertanggungjawabannya, “ungkapnya.

Selain itu Mang Budi berpesan agar tidak menyebarkan Ujaran Kebencian dan hoax dalam media apa pun terutama medsos karena bisa dijerat UU ITE dan pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Pegiat KIM kampung Bambu, Amien Halimi mengatakan, Gerakansi sebagai solusi Satu dari banyak solusi yang ditawarkan untuk melawan hoaks adalah gerakan literasi atau masyarakat membaca. Untuk kalangan masyarakat, gerakan literasi ini menjadi sangat penting dan urgent. / Abduh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed