oleh

Festik 2018 Hadirkan Konsep Paduan Teknologi dan Budaya

Citrust.id – Hajat nasional Festival TIK (Festik) 2018 kini tinggal menghitung hari. Serangkaian persiapan pun tengah digalakan oleh Relawan TIK (RTIK) Kota Cirebon selaku penyelenggara guna menjamu rekan-rekan RTIK lainnya dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum RTIK Indonesia, Fajar Eri Dianto mengakatakan, Festik 2018 ini merupakan kali ke-7 dan Kota Cirebon sendiri terpilih menjadi tuan rumah. Tambah Fajar, inti sari dari Festik 2018 adalah untuk memperkokoh tali silaturahmi antarRTIK se-Indonesia guna bersama bergandengan tangan demi memajukan negeri menjadi lebih baik dari segala aspek ke depannya.

Lanjut Fajar, konsep budaya menjadi peran vital dalam Festik tahun ini. Selain untuk menunjukan Kota Cirebon sebagai smart city, juga sebagai kota segudang budaya.

“Motif mega mendung cocok dipadukan dengan Festik 2018, karena memiliki bentuk awan yang bisa diartikan sebagai impian yang tinggi, sehingga penyelenggaraan Festik 2019 bisa menjadikan Kota Cirebon sebagai rujukan. Selain itu simbol udang yang membungkuk dan kebiasaan bergerombol menandakan kita harus rendah hati dan saling bahu-membahu dalam kerjasama,” ungkap Fajar kepada citrust.id saat ditemui seusai survei vanue Festik 2018 di Jalan Perjuangan, Kecamatan Kesambi, Minggu (4/11/2018).

Lebih lanjut Fajar menuturkan, dalam penyelenggaraannya nanti, pihaknya berencana akan meningkatkan kompetensi bagi para anggota yang dikemas ke dalam 4 seminar besar. Selain itu ada pula 32 workshop, dan serangkaian pameran yang akan menambah meriah hajat tahunan RTIK tersebut.

“Sekitar 500 anggota RTIK dari seluruh Indonesia sudah menyatakan sikap untuk hadir memeriahkan Festik tahun ini dan kemungkinan akan terus bertambah. Kita berharap dengan adanya Festik ini RTIK dari seluruh Indonesia bisa saling berbagi ilmu dengan daerah-daerah yang lain,” bebernya.

Adapun 4 seminar besar yang akan diikuti oleh anggota RTIK di antaranya materi smart city, smart society, pandu digital, dan materi IT yang akan disampaikan langsung oleh pakarnya yakni Onno W. Purbo.

“Workshop-workshop yang akan mereka ikuti diharapkan bisa diterapkan di daerahnya masing-masing untuk mengawal masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Karena tugas utama kita adalah menjaminkan aman dan nyamannya internet untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang kreatif dan produktif,” tandasnya./dhika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed