oleh

Dorong Penguatan Usaha Perikanan, KKP Berikan Bantuan Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Indramayu

Citrust.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berkomitmen untuk mendorong geliat usaha perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya. Melalui Ditjen Perikanan Tangkap dan Ditjen Perikanan Budidaya, KKP menyerahkan sejumlah bantuan bagi nelayan dan pembudidaya ikan di Indramayu untuk mendorong penguatan usaha perikanan.

Bantuan tersebut berupa fasilitasi permodalan, premi asuransi nelayan, penyerahan dokumen perizinan usaha penangkapan ikan, mesin pakan mandiri, bioflok, benih, dan indukan ikan lele bagi pembudidaya ikan yang diserahkan secara simbolils oleh Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan KKP Agus Suherman mewakili Dirjen Perikanan Tangkap, anggota Komisi IV DPR-RI Ono Surono, Kabid Tangkap Dinas Kelautan Provinsi Jawa Barat Eri Donari di Karangsong Indramayu, Senin (12/11/2018).

Bantuan fasilitasi permodalan di sektor perikanan tangkap menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga triwulan II tahun 2018 dengan kredit outstanding tercatat sebesar Rp 492,3 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 9.908 orang.

Secara simbolis bantuan permodalan ini diserahkan kepada 4 orang dan 4 koperasi yakni dari Bank Rakyat Indonesia menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) ritel kepada Winarno sebesar Rp. 500 juta, Bank Mandiri memberikan KUR kepada Suwarno sebesar Rp100 juta, Bank Negara Indonesia menyerahkan KUR kepada Sutari sebesar Rp50 juta dan Bank Jabar Banten menyampaikan KUR kepada Sudiyono sebesar Rp50  juta.

Penyaluran kredit sektor perikanan tangkap dari Bank BRI di Kabupaten Indramayu mencapai 1.015 debitur total Rp70,14 miliar, Bank BNI sebanyak 13 debitur total Rp3,85 miliar, Bank Mandiri sejumlah  52 debitur dengan totat Rp2,194 miliar dan Bank Jabar Banten mencapai 32 debitur dengan total Rp22,216 miliar.

Sedangkan bantuan permodalan dari BLU-LPMUKP diserahkan untuk koperasi Garam Rejeki Agung sebesar Rp2,5 miliar, Koperasi Mina Makmur Lestari sebanyak Rp200 juta, Koperasi Mina Sumitra sejumlah Rp8 miliar dan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) Jasa Hasil Windu sebesar Rp2 miliar.

Selain permodalan, diserahkan pula bantuan premi asuransi nelayan kepada 3 orang peserta baru dan asuransi nelayan mandiri sebanyak 2 orang secara simbolis. Tercatat realisasi program asuransi nelayan dalam kurun 3 tahun terakhir di Kabupaten Indramayu telah berhasil melindungi sebanyak 13.652 orang nelayan dengan nilai pertanggungan mencapai Rp2,39 miliar.

“Bantuan premi asuransi nelayan ini diberikan pemerintah secara cuma-cuma kepada nelayan selama setahun. Setelah itu, nelayan dapat meneruskan secara mandiri dengan biaya yang cukup terjangkau sebesar Rp175 ribu setahun. Kami akan terus melakukan sosialisasi dan mendorong para nelayan untuk memiliki asuransi nelayan,” ujar Agus.

Tak hanya itu, Ditjen Perikanan Budidaya juga turut serta menyerahkan secara simbolis bantuan bahan baku pakan dan mesin pakan mandiri untuk Pokdakan Al Zawad dan Pokdakan Mina Bina Cemerlang di Kabupaten Indramayu, bantuan bioflok kepada Ponpes Salafiyah di Kabupaten Indramayu dan Ponpes Khas Kempek Kabupaten Cirebon, bantuan benih ika lele untuk Pokdakan KTC-Co Kabupaten Indramayu dan bantuan calon induk ikan lele untuk UPR Sinar Sejahtera di Kota Cirebon.

Total bantuan dari Ditjen Perikanan Budidaya sebesar Rp321,5 juta untuk 5 kelompok di Kabupaten Indramayu, Rp50,5 juta untuk 25 kelompok di Kota Cirebon dan Rp800 juta untuk 3 kelompok di Kabupaten Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan 10 dokumen surat izin penangkapan ikan (SIPI) dan satu dokumen surat izin usaha penangkapan ikan (SIUP) yang telah diterbitkan.

Sebelumnya, Ditjen Perikanan Tangkap juga menyampaikan sosialisasi kepada nelayan terkait penerapan e-logbook penangkapan ikan, bantuan premi asuransi nelayan dan asuransi nelayan mandiri, fasilitasi permodalayan nelayan dan penyaluran permodalan oleh BLU-LPMUKP.

Pada kesempatan yang sama, Ono Surono menyampaikan apresiasinya atas segala upaya KKP dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan, khususnya di Kabupaten Indramayu.

“Komisi IV DPR RI bersama KKP selalu bersama-sama bersinergi untuk menemukan solusi-solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi nelayan, pembudidaya ikan, dan sektor perikanan kita,” tegasnya./didi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed