oleh

Docang Jadi Menu Sarapan Favorit di Pagi Hari

Citrust.id – Tidak salah jika Cirebon dikenal sebagai kota kuliner. Berbagai macam makanan khas kota pantura ini di antaranya menjadi favorit di lidah para kulineria. Salah satunya docang. Docang sendiri merupakan singkatan dari kata kacang dibodo (dibacem) atau tempe bungkil.

Terlebih jika di pagi hari, menemukan pedagang yang menyajikan makanan tradisional ini tidaklah sulit. Berkaca dari kebiasaan masyarakat yang jarang sarapan dengan nasi. Docang menjadi salah satu alternatif pengganjal perut sebelum memulai aktivitas.

“Kebiasaan masyarakat saat pagi kalau tidak sarapan bubur, ya sarapan docang. Jarang yang sarapan dengan nasi. Mungkin karena lebih praktis,” ungkap Salik (38 Tahun) salah satu pedagang docang saat ditemui citrust.id di lapak jualannya di Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (10/10/2018).

Salik mengaku, usaha yang kini tengah ia geluti merupakan usaha warisan dari orangtua dan sekarang sudah berjalan selama 17 tahun.

“Mulai dari berjualan keliling mendorong-dorong gerobak docang. Sampai sekarang bisa jualan tetap di sini mulai dari tahun 2001 lalu,” akunya.

Kuliner tradisional docang ini terbuat dari lontong yang dipotong-potong kecil, lalu ditaburi parutan kelapa, kemudian ditambah irisan daun singkong dan taoge yang sudah direbus. Sebagai pelengkap, docang disiram dengan kuah yang sebelumnya dicampur dage (oncom) yang sudah dihancurkan.

“Untuk pelengkap, docang disajikan juga dengan kerupuk untuk menambah rasa gurih,” bebernya.

Sementara itu, Riki (17 tahun), salah satu pembeli mengaku, dirinya sengaja datang untuk sekedar sarapan docang. “Lebih praktis, Mas. Kalau beli docang harganya juga murah meriah,” terangnya./dhika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed