oleh

Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Siap Laksanakan Program Bekerja dari Kementan

Citrust.id – Dinas Pertanian Kabuaten Cirebon sambut baik kelimpahan kewenangan tanggung jawab pelaksanaan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Kadis Pertanian, Ali Efendi, menjelaskan, tahun lalu, tanggung jawab program Bekerja dilimpahkan kepada Dinas Ketahanan Pangan. Rencananya dalam program tersebut Kementan akan kembali membagikan ayam ternak kepada ribuan Rumah Tangga Miskin (RTM) di beberapa Kabupaten Kota di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Cirebon.

“Dalam mengentaskan kemiskinan. Pemerintah ingin program ini bisa berjalan dengan baik. Salah satunya bantuan ternak ayam sebanyak 50 ekor ayam per-RTM,” ungkap Ali, Senin (11/2/2019).

Dijelaskan Ali, ayam yang dijadikan bahan bantuan adalah ayam DOC atau day old chicken. Artinya, ayam berumur satu hari. Oleh karena itu diperlukan pemahaman lebih dan intens dalam perawatannya nanti.

Dinas Pertanian akan membentuk organisasi pendamping desa dalam waktu dekat. Tidak hanya itu, peran penyuluh dan paramedis pun akan dioptimalkan dalam pembinaan kepada RTM.

Kendati demikian, diakui Ali pada program Bekerja tahun lalu ditemukan sejumlah permasalahan, mulai dari proses pendistribusian ayam yang tidak efektif, pembuatan kadang ayam yang tidak sesuai SOP, pemeliharaan yang asal-asalan dan lain sebagainya.

Sebagai bahan evaluasi, Ali meminta pembuatan kadang ayam harus memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal RTM dan tidak asal buat. Jjangan sampai kandangnya kecil, tapi ayamnya banyak. Suhu kandang pun harus jadi perhatian.

“Dalam proses pengiriman juga jangan dilakukan secara gerusah-gurusuh, harus memperhatikan waktu dan cuaca juga. Tidak diharapkan juga kan kalau ada ayam yang tidak kuat kemudian mati diperjalanan,” terang dia.

Ia meminta para RTM untuk selalu melakukan konsultasi kepada pendamping desa. Seperti bagaimana cara perawatan, bagaimana penanganan apabila ada ayam sakit dan lain-lain.

Dirinya berharap, program Bekerja ini mampu bejalan dengan baik dan dapat menjawab permasalahan kemiskinan di Indonesia khususnya melalui sektor perternakan.

“RTM ini kami himbau untuk bisa memanfaatkan dan merawat bantuan ayam secara maksimal. Ini ayam DOC yang sangat riskan mati kalau perawatannya tidak tepat,” pungkasnya. (Dhika)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed