oleh

Diduga Hina Presiden, Seorang Dokter Dilaporkan ke Polisi

Citrust.id – Seorang Dokter Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni Dr Rakhmat yang diketahui menjabat sebagai dokter spesialis bedah di RSUD Indramayu, RSUD Sentot Patrol Indramayu dan RS MM Indramayu, dilaporkan oleh relawan Jokowi (Rejo Semut Ireng) ke Polres Indramayu.

Pasalnya pelaku dianggap melakukan kampanye dan menghina presiden RI melalui media sosial.

Ketua Rejo Semut Ireng kabupaten Indramayu, Sutrisno menjelaskan, pihaknya melaporkan pelaku tersebut karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian penghinaan terhadap presiden dan melakukan kampanye, padahal pelaku adalah seorang PNS.

“Awalnya kami tahu dari facebook, ternyata dia seorang PNS, ini sangat memalukan, seharusnya fokus ngurusi dan melayani pasien dan masyarakat, malah ikut berkampanye dan menghina presiden, ini jelas melanggar UU,” terangnya kepada wartawan di Polres Indramayu, Rabu (20/06).

Sementara, Wakil ketua Rejo Semut Ireng Jawa Barat, Carkaya S.Pi menambahkan, selain dilaporkan ke Polres Indramayu, pihaknya juga melaporkan dokter tersebut ke Panwaslu Kabupaten Indramayu terkait pelanggaran pidana PNS ikut berkampanye.

“Kami juga laporkan ke Panwas, karena dia jelas-jelas berkampanye untuk salah satu paslon tertentu, padahal itu jelas-jelas pidana pemilu karena PNS ikut berkampanye. Jadi Panwas dimohon harus usut tuntas dan hukum dia karena buktinya sudah jelas,” kata Carkaya.

Selain itu, Carkaya juga mendesak kepada Dinas kesehatan Indramayu untuk bertindak tegas dan memecat dokter PNS yang tidak bekerja untuk rakyat.

“Dinkes Indramayu harus bertanggungjawab, PNS itu digaji negara, ko malah menghina presiden dan seenaknya ikut berkampanye dan tidak fokus melayani rakyat. Kami mohon pecat PNS yang bekerja bukan untuk rakyat,” tegasnya.

Seperti diketahui, Dr Rakhmat dalam kiriman WA yang diduga melakukan penghinaan terhadap presiden Jokowi adalah screenshot kata-kata: “…..KALAU ADA..LAGI SOGOKAN DARI JOKOWI. KEMBALIKAN KALAU GAK BUANG KE LAUT…. 2019 GANTI PRESIDENT KACUNG.”

Selain itu, dr Rahmat juga melakukan kampanye untuk memilih salah satu Paslon di Pilgub Jabar 2018, di tiga group Whatsapp yang diduga beranggotakan para petugas kesehatan Indramayu. Grup tersebut adalah, “RSUD Pantura MA Sentot”, “IBS RSUD Pantura MAS”, dan “OK RSMM”.

Sementara, dr Rakhmat saat dikonfirmasi wartawan sempat mengelak jika dirinya adalah PNS.

Namun demikian, menurut Kepala Dinas Kesehatan Indramayu, Deden Bonny Koswara menegaskan, bahwa dr Rakhmat adalah PNS atau ASN yang ditugaskan di RSUD Sentot Patrol Indramayu.

“Penempatannya sebagai ASN di Sentot sudah lama, sejak beliau lulus spesialis dan kemudian dijadikan dokter mitra di RSUD Indramayu,” jelas Deden kepada wartawan. /didi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed