oleh

Budidaya Jamur KWT Desa Jatiseeng Kidul, Hampir Bangkrut Akibat Banjir

Citrust.id – Kelangsungan usaha pembudidaya jamur tiram yang di kelola Kelompok Wanita Tani (KWT) “Karya Tani” Desa Jatiseeng Kidul Kabupaten Cirebon, terancam gulung tikar setelah bencana banjir Ciledug Wetan meluluh-lantakan seluruh tempat usahanya. Kumbung, ruang pembibitan, serta gudang sederhana mempergunakan bilik bambu, kini kondisinya memprihatinkan, hampir roboh tak kuat dihempas arus air. Sementara, di ruang produksi, sisa media jamur tiram yang masih teronggok sudah tak berguna, karena tercampur oleh kotoran air bah.

“Kami ingin memulai kembali usaha KWT Karya Tani, tetapi belum tahu harus kemana kami mencari modal,” tutur Yani Subandrio, Ketua KWT Karya Tani.

Kepada citrust.id, saat ditemui di rumah kediamannya, Sabtu (3/3), ia menceritakan pengalamannya bagaimana memberdayakan ibu-ibu di lingkungannya, agar memiliki penghasilan sehingga bisa membantu suami. Kini, anggota KWT Karya Tani berjumlah 15 orang wanita. Belakangan ini, selain memproduksi jamur sebagai sayuran, kelompok tani yang diketuainya juga telah merambah ke bisnis hilir, makanan olahan berbahan dasar dari jamur. Ternyata, jamur tetap nikmat rasanya kalau dibikin sate, abon, pizza, krispy serta makanan lainnya. Malangnya, kebahagiaan KWT Karya Tani dapat memberikan penghasilan untuk keluarga, pupus sudah. Yani Subandrio beserta anggota kelompok wanita tani di lingkungannya, kini hanya bisa meratapi nasib.

“Kami berharap KWT Karya Tani dapat segera menjalankan usahanya kembali,” imbuh Yani Subandrio menyiratkan kesedihan. /rohmat em humair

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed