oleh

Budaya Literasi di Cirebon Perlu Ditingkatkan

Citrust.id – Saat ini, rujukan literasi budaya di Indonesia, termasuk di Cirebon, amat memprihatinkan. Kebudayaan digerus oleh kelompok-kelompok tertentu yang tidak menginginkan kebudayaan jadi sokoguru Indonesia.

Demikian diungkapkan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Cirebon, Ifful Azka Zulkifli, pada peringatan Bulan Bahasa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cirebon, Senin (29/10/2018).

Peringatan Bulan Bahasa di MAN 1 Cirebon juga diisi dialog bahasa dan budaya. Sebagai narasumber yakni Wakil Bupati Cirebon Terpilih H. Imron Rosyadi, Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon Drs. H. Mujayin, M.Pd.I, Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Cirebon Baequni, S. Ag dan Ketua Lesbumi PCNU Kota Cirebon Ifful Azka Zulkifli.

Dikatakan Ifful, kebudayaan yang lahir dari bahasa pun saat ini kondisinya tidak jauh berbeda. Ia mencontohkan, kini sudah jarang warga Cirebon yang menggunakan bahasa babasan dalam kesehariannya.

Selain itu, lanjut Ifful, banyak orang yang tidak mengerti kebudayaan, tapi sok mengerti. Ada juga orang yang tidak mengerti bahwa dia sebenarnya tidak mengerti. Kalaupun orang itu mengerti bahwa dia tidak mengerti, ia bertahan atas ketidakmengertiannya.

Hal itu dikarenakan kebudayaan saat ini sudah digerus oleh sesuatu yang lebih kuat. Ideologi, misalnya. Masih banyak orang yang memaksakan bahwa ideologinya paling benar. Tidak jarang pula kegiatan kebudayaan dihabisi oleh orang-orang seperti itu.

“Kita berdiri di wilayah yang sudah dibangun sokoguru kebudayaan lalu dihancurkan oleh persoalan cemen dan remeh-temeh. Itu kan lucu. Ayo, kembali jadi Indonesia lahir dan batin,” kata Ifful.

Sementara, Wakil Bupati Cirebon Terpilih H. Imron Rosyadi, mengungkapkan, bahasa berperan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bahkan, kata Imron, jauh sebelum peristiwa Sumpah Pemuda, para ulama dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia menggunakan pendekatan bahasa.

“Tidak ada pertumpahan darah dalam penyebarkan agam Islam di Indonesia. Para ulama menggunakan pendekatan bahasa dan budaya lokal dalam menyebarkan agama Islam,” ujarnya.

Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Cirebon, Baequni, menjelaskan, sejak 2016, Kemendikbud telah menggalakkan literasi. Berkaitan dengan literasi, literatur-literatur atau sumber bacaan tentang kebudayaan Cirebon perlu lebih digali dan diangkat lagi.

Dikatakan Baequni, literasi tidak hanya membaca secara tertulis, tapi juga membaca keadaan. Saat ini, generasi muda kurang tertarik dengan budaya lokal. Mereka cenderung tertarik dengan budaya moderen atau kekinian.

“Salah satu siasat menarik minat generasi muda adalah mengkolaborasikan budaya lokal dengan budaya moderen,” terangnya. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed