oleh

BNN Lakukan Test Urine Anggota Kodim 0617 Majalengka

Citrust.id – Kodim 0617 Majalengka melakukan tes urine terhadap seluruh anggotanya, baik TNI ataupun pegawai sipil serta anggota persit untuk mengantisipasi kemungkinan adanya anggota yang terlibat penggunaan narkoba. Yang terbukti positif, akan dikenakan sangksi tegas berupa tindakan administratif hingga pemecatan.

Menurut keterangan Dandim 0617 Majalengka, Letkol Arm Novi Herdian, perang melawan penyalahgunaan narkoba terus digalakkan, tidak hanya kalangan sipil namun juga prajurit TNI, yang juga dituntut berperan dalam pemberantasanya.

“Sebagai antisipasi internal, Kodim 0617 Majalengka menggelar Sosialisasi Pencegahan Penanggulangan dan Pemberantasan Peredaran Narkoba (P4GN) dan tes urine,” ungkap Dandim, Selasa (20/03).

Menurutnya, sosialisasi ini penting untuk pencegahan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan Kodim 0617 Majalengka, agar seluruh anggota mengerti dan faham akan bahayanya narkoba.

“Kami tekankan kepada seluruh anggota Kodim untuk tidak menggunakan dan mengedarkan barang haram tersebut. Kita tahu bahwa betapa bahayanya apabila barang tersebut dikonsumsi dan lebih lagi kecanduan,” ungkap Dandim Novi.

Novi menegaskan, narkoba dianggap musuh yang nyata, karenanya pemerintah sangat memprioritaskan pencegahan dan peredaranya di lingkungan militer sebagai alat negara. Upaya yang dilakukan salah satunya adalah sosialisasi dan tes urin yang diikuti oleh semua anggota, PNS dan Persit.

Dandim berjanji, jika ada anggotanya yang terbukti positif mengkonsumsi narkoba, apalagi menjadi pengedar akan dikenai sanksi berat, yang bersangkutan akan diberhentikan dengan tidak hormat.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat, Wuryanto Sugiri menambahkan, sesuai perkembangan zaman, jenis narkoba pun semakin variatif. Selain ganja, sabu dan obat-obatan terlarang, sekarang sudah beredar jenis narkoba yang dicampur dengan produk makanan dan minuman.

“Peran kita untuk mengawasinya, pasalnya ada produk narkoba yang menyasar anak-anak. Dibeberapa daerah ada jajanan seperti permen yang biasa dikonsumsi anak-anak yang mengandung zat narkoba,” ungkap Wuryanto. /abduh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed