oleh

BBM Naik, Pemkab Indramayu Upayakan Elpiji 3 Kilogram di bawah Rp. 20.000

INDRAMAYU (CT) – Kenaikan Solar dan Premium yang telah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo, 17 November lalu ternyata memiliki dampak yang luas bagi distribusi barang, yang berpengaruh bagi perekenomian daerah, salah satu distribusi barang yang diyakini berdampak besar adalah distribusi elpiji 3 kilogram, kamis (20/11).

Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Pemkab / Pemkot se-Wilayah 3 Cirebon bersama dengan Hiswana Migas telah melakukan kordinasi untuk membahas dampak sosial dari kenaikan tersebut. Saat ini, yang dikhawatirkan adalah mogoknya armada truk yang mengangkut elpiji. Dan jika awak truk mogok pasokan elpiji akan terganggu yang pada akhirnya distribusi elpiji 3 kilogram akan terganggu.

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah melalui Kepala Bagian Perekonomian Setda Indramayu, Iding Syafrudin seperti yang dirilis Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu menjelaskan, kenaikan elpiji 3 kilogram merupakan suatu konsekuensi dari kenaikan BBM karena ada kenaikan biaya angkutan. Namun demikian, kenaikan yang terjadi tidak terlalu membebani masyarakat.

Iding menambahkan, sebelum ada kenaikan BBM, harga gas elpiji 3 kilogram di agen sebesar Rp. 13.400, Kini dengan kenaikan BBM, maka harga di agen dipatok sebesar Rp. 14.400. Selanjutnya, harga ditingkat pangkalan juga mengalami penyesuain yang sebelumnya hanya Rp. 14.600, kini menjadi Rp. 16.000. Dari kenaikan di agen dan pangkalan itu maka di tingkat pengecer juga akan mengalami kenaikan.

“Saat ini harga gas elpiji 3 kilogram ditingkat pengecer mencapai 18.000, kami tetap pantau dan terus upayakan agar elpiji 3 kilogram tetap dibawah harga 20.000, jika harganya melambung terlalu tinggi maka akan terasa dampak sosialnya dan kami segera lakukan langkah konkret seperti operasi pasar,” tegas Iding yang juga bendahara KORPRI Indramayu. (CT-112)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed