oleh

Banyak Pihak Berharap Keberhasilan Terciptanya Kampung Batik Kriyan

Citrust.id – Ubah citra buruk daerah Kriyan, warga setempat dibekali pelatihan membatik menggunakan pewarna alami. Lima tahun mendatang diharapkan satu kampung batik dapat terlahir di daerah tersebut.

Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Cirebon, Siska mengungkapkan, selama ini kawasan Kriyan di mata masyarakat dikenal sebagai daerah yang memiliki citra negatif, seperti kawasan kumuh, tempat perjudian, marak penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, perdagangan manusia, tidak sedikit pula anak putus sekolah, hingga banyaknya kasus kekerasan seksual.

“Kami ingin mengubah citra kumuh kampung ini hingga nantinya bisa menjadi daerah unggulan di Kota Cirebon,” ungkapnya di Basecamp Pelatihan Seni Membatik RW 17 Kriyan Barat, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Selasa, (9/10/2018).

Ciri khas lainnya dari batik Kriyan ada dimotifnya. “Kami membebaskan mereka membuat motif apapun, nantinya diharapkan bisa menjadi ciri khas dari batik produksi Kriyan,” lanjutnya. Pada tanggal 15 Oktober nanti, rencananya sebanyak 85 karya batik akan dibawa langsung ke Korea.

Sementara itu ketua OJK Kota Cirebon, M. Lutfi, mengaku kagum dengan terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah daerah Kota Cirebon dalam memberdayakan masyarakat Kriyan.

Menurutnya, dari Kriyan ini bisa tumbuh UMKM baru yang tentu membutuhkan modal. Berdasarkan hal itu, pihaknya berencana mengajak industri keuangan untuk melihat kawasan Kriyan dan melihat begaimana aktivitas keuangan yang bisa dilakukan di daerah tersebut.

“Ini luar biasa. Juga sejalan dengan program percepatan akses keuangan daerah yang kita usung bersama antara Pemerintah Daerah Kota Cirebon dengan OJK,” ungkap Lutfi.

Sedangkan pimpinan ketua Sinau Art, Nico Permadi berharap agar program ini tidak hanya sebatas seremoni belaka dan wajah kawasan Kriyan bisa berubah seiring dengan keberadaan kampung batik ini.

“Karena 5 tahun itu waktu yang panjang. Yang terpenting memang konsistensi dari teman-teman kita disini,” bebernya.

Sementara itu ketua Yayasan Pengembang Batik, Sri Kholifah, mengungkapkan memang tidak mudah bagi satu daerah untuk menemukan motif dan corak batiknya sendiri.

“Namun akan terus kita gali sehingga akan tercipta corak khas daerah sini dan mudah untuk dikenang,” ujarnya.

Penggalian tersebut dilakukan dengan melakukan riset dimulai dari asal muasal kampung Kriyan, kehidupan sosial dan budaya mereka sehari-hari. Sri pun yakin jika masyarakat Kriyan terus menjaga semangat. Dalam hal ini membatik, ke depannya taraf hidup masyarakat akan lebih baik lagi./dhika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed